Longsor di Sadabumi Cilacap Ancam Fasilitas umum dan Pemukiman

Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu pergerakan tanah di Desa Sadabumi Kecamatan Majenang

Longsor di Sadabumi Cilacap Ancam Fasilitas umum dan Pemukiman
Istimewa
Dampak longsor di desa Sadabumi Majenang Cilacap 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu pergerakan tanah di Desa Sadabumi Kecamatan Majenang.

Gedung sekolah dasar (SD), Musala dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di kawasan pergerakan dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majenang, Edi Sapto Priyono mengatakan fasilitas umum itu mengalami retak karena pergerakan tanah yang terjadi.

“Beberapa fasilitas umum seperti SD, Musala dan PAUD, terdampak longsoran. SD dan musalanya rusak,” katanya

Pergerakan tanah juga melahirkan retakan sepanjang kurang lebih 100 meter yang terbagi di dua titik.

Keberadaan retakan itu menandakan pergerakan sudah mengacam pemukiman. Dilaporkan sebanyak 16 rumah yang dihuni 51 jiwa terancam longsor.

Pergerakan tanah masih berlangsung secara lamban. Warga yang terancam pun telah disarankan mengungsi ke tempat lebih aman untuk menghindari bahaya longsor susulan.

Selain itu, longsor juga mengakibatkan jalan desa tertutup material longsoran di dua titik.

Paska bencana, petugas bersama warg bekerja bakti menyingkirkan material yang menutup jalan agar bisa dilalui kendaraan.

Mereka juga menutup retakan menggunakan tanah agar air hujan tak terserap ke lubang yang bisa memicu longsor. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved