Narapidana Rutan Kelas II B Salatiga Diajari Budidaya Jamur Tiram

budidaya jamur tiram lebih mudah dilakukan serta perawatannya tidak membutuhkan lahan luas.

Narapidana Rutan Kelas II B Salatiga Diajari Budidaya Jamur Tiram
TRIBUNJATENG/M NAFIUL HARIS
Kepala Rutan Kelas IIB Kota Salatiga Hero Sulistiyono didampingi seorang narapidana melihat proses pembudidayaan jamur tiram di komplek rumah tahanan kelas IIB Kota Salatiga, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Guna membekali warga binaan seusai menjalani masa hukuman Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kota Salatiga mengajari mereka budidaya jamur tiram.

Alasannya, budidaya tersebut lebih mudah dilakukan serta perawatannya tidak membutuhkan lahan luas.

Kepala Rutan Kelas IIB Kota Salatiga Hero Sulistiyono mengatakan, melalui budidaya jamur tiram yang kini sedang dikembangkan diharap menjadi bekal para narapidana supaya dapat mendirikan usaha seusai menjalani hukuman.

"Budidaya jamur dipilih karena secara biaya juga tidak mahal serta dapat memanfaatkan ruangan di rumah yang dianggap cocok," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/2/2019)

Menurut Hero, dengan modal hanya Rp 2 juta sudah bisa mendapat 2 ribu bibit jamur termasuk polyback.

Selain itu, proses pemasaran jamur tiram juga tidak terlampau sulit.

Pun halnya dengan perawatan, cukup disiram air dan tidak memerlukan pupuk khusus.

"Hasilnya dapat dipanen setiap hari setelah masa tanam dua bulan dengan harga jual per kilonya mencapai Rp 10 ribu."

"Rata-rata per hari dalam sekali panen menghasilkan 2-3 kilogram jamur tiram," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved