Progres Pembangunan Bendung Karet di Banjir Kanal Barat Sudah 80%

Selama ini intrusi air laut di sungai BKB hingga mencapai daerah Simongan

Progres Pembangunan Bendung Karet di Banjir Kanal Barat Sudah 80%
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
Pengerjaan Bedung Karet di sungai Banjir Kanal Barat (BKB) tepatnya di Tanah Mas, Jalan Kokrosono telah mencapai 80 persen. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) tengah menggarap Bendung Karet di sungai Banjir Kanal Barat (BKB) tepatnya di Tanah Mas, Jalan Kokrosono.

Progres proyek yang digarap sejak November 2018 itu sudah mencapai 80 persen.

Demikian dikatakan Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyanto, Selasa (12/2/2019).

Dia menjelaskan, pihaknya membangun empat span (karet).

Bendung Karet tersebut nantinya berfungsi untuk menahan intrusi air laut, menjaga debit air, dan mendorong penggelontoran sedimentasi sungai agar bisa sampai ke laut.

"Ini sudah hampir jadi."

"Maret kami uji coba pelaksanaan Bendung Karet."

"Bisa diatur ketinggian muka airnya berapa," terang Ruhban.

Menurutnya, selama ini intrusi air laut di sungai BKB hingga mencapai daerah Simongan.

Hal itu menyebabkan air sumur di rumah-rumah warga tercemar jadi asin.

Adanya bendung karet akan mencegah intrusi air laut sehingga tidak menyebabkan air sumur tercemar.

"Jika bendungannya sudah berfungsi, air di daerah hulu nanti menjadi tawar," ujarnya.

Selain menjaga intrusi air laut, lanjutnya, Bendung Karet dapat sebagai wahana rekreasi air karena lokasinya tidak jauh dari water fountain yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

"Jadi, antara water fountain dan Bendung Karet bisa dipakai untuk rekreasi, lomba dayung, dan sebagainya," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved