Sri Murti, Korban Longsor Pudakpayung Jadi Pendiam Seminggu Terakhir

Almarhumah Sri Murtini korban longsor di Salon Tins Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang

Sri Murti, Korban Longsor Pudakpayung Jadi Pendiam Seminggu Terakhir
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Suasana rumah duka di Perum Gedawang Pesona Asri 1 Banyumanik Kota Semarang, Selasa (12/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Almarhumah Sri Murtini korban longsor di Salon Tins Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang dikenal supel dan mudah bergaul dengan semua orang.

Namun, hal itu berubah sejak seminggu terakhir, Ia menjadi pendiam.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini mulai tidak banyak berbicara terhitung sejak libur Imlek lalu.

Melihat hal itu, keluarga berfikir korban sedang menghadapi masalah tertentu.

"Mungkin sedang memiliki masalah pribadi, dia jadi sering diam. Kami tidak enak mau bertanya kepadanya," ujar saudara sepupu korban, Retno Sugiyarti (40) di rumah duka, Selasa (12/2/2019).

Ia menceritakan, sebelumnya korban juga sempat pamit akan pergi ke Kalimantan.

Korban menitipkan anaknya kepada saudara saat nanti ia tinggal. Korban meninggalkan seorang anak Dian Puspita Dwi Kuncoro (8) saat ini duduk di kelas 2 SD.

"Pernah bilang mau ke Kalimantan, ia nitip anaknya. Anaknya dari kemarin menanyakan terus, hari ini baru diberi tahu keadaannya," ucapnya.

Menurutnya, sebagai seorang wanita korban dikenal gigih dalam bekerja.

Halaman
12
Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved