WWF-Indonesia Canangkan Program Pengelolaan Sampah Plastik di Kota Semarang dan Karimunjawa

WWF Indonesia melalui program Plastik Free Ocean (PFO) mencanangkan program baru bertajuk Plastik Free Network (PFN)

WWF-Indonesia Canangkan Program Pengelolaan Sampah Plastik di Kota Semarang dan Karimunjawa
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Suasana pelatihan survei dan monitoring sampah plastik lautan di pesisir oleh WWF Indonesia, Selasa (12/2/2019) di ballroom Azana Hotel Airport Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia melalui program Plastik Free Ocean (PFO) mencanangkan program baru bertajuk Plastik Free Network (PFN) di Kota Semarang dan Taman Nasional Karimunjawa, Jepara.

Program ini dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia untuk menurunkan 70 persen polusi plastik lautan 2025 mendatang, 

Melalui pertemuan di Ballroom Azana Hotel Airport Semarang, WWF-Indonesia memaparkan program PFN sekaligus memberikan pelatihan mengenai metodologi survei dan monitoring sampah plastik lautan di pesisir beserta aplikasinya kepada tamu undangan yang hadir.

Turut hadir perwakilan dari BTN Karimunjawa, DLH Kota Semarang, Dinas Pariwisata Jawa Tengah, dan beberapa tamu undangan yang juga berkepentingan dalm hal pengelolaan sampah.

Dalam hal ini, WWF menggandeng yayasan ternama di Semarang yang bergerak di bidang konservasi perikanan, dan sosial ekonomi yakni TAKA.

Mahasiswa Undip Gelar Kampanye Pengurangan Sampah Plastik Demi Laut yang Cantik

Melalui penanggungjawab program PFO, Made Putri Karidewi mengatakan, program PFN yang dicanangkan pihaknya merupakan kegiatan survei dan monitoring sampah plastik di pesisir dengan melibatkan masyarakat umum baik individu maupun kelompak yang bersifat voluntary-based.

Lebih lanjut, kegiatan PFN merupakan kegiatan pendataan sampah secara real oleh masyarakat di lokasi yang telah ditentukan.

"PFN sebenarnya kami buat menjadi sebuah jaringan yang nantinya dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaratahuan masyarakatakan keberadaan dan bahaya sampah plastik lautan," terang Putri.

Selain itu, organisasi non-pemerintah internasional yang bergerak pada bidang konservasi lingkungan tersebut berharap melalui PFN atau pendataan sampah di bagian pesisir lautan dapat digunakan pemerintah setempat untuk melakukan peningkatan terhadap pengelolaan sampah menjadi lebih baik lagi.

Acara dibuka dengan penyampaian hasil kajian pengumpulan baseline data pengelolaan sampah di Semarang dan TN Karimunjawa oleh TAKA dan BTN Karimunjawa.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved