AIBA Resmi Perbolehkan Atlet Putri Berhijab di Atas Ring

Asosiasi Tinju Internasional (AIBA) secara resmi telah membolehkan atlet tinju putri untuk mengenakan hijab.

AIBA Resmi Perbolehkan Atlet Putri Berhijab di Atas Ring
independent.com
Pakaian olahraga untuk yang berhijab 

TRIBUNJATENG.COM - Asosiasi Tinju Internasional (AIBA) secara resmi telah membolehkan atlet tinju putri untuk mengenakan hijab.

Kabar bahagia bagi para atlet tinju muslimah dimana AIBA telah membolehkan mereka mengenakan hijab ketika bertanding d turnamen mayor internasional.

Baca Juga : Dejan Antonic Kecewa dengan Hasil Laga Madura United Vs Timnas U-22

Baca Juga : Menpora Minta PSSI untuk Memberi Bantuan Terhadap Kasus Marko Simic

Dikutip dari Inisdethegames.biz, Komite Eksekutif AIBA yang baru-baru ini mengadakan pertemuan di Istanbul, Turki, telah membolehkan dikenakannya hijab oleh para atlet tinju putri.

Keputusan AIBA tersebut tak lepas dari perubahan kebijakan tentang pedoman seragam dimana memuat aturan tentang diperbolehkannya menggunakan warna hijab sesuai warna bendera negara masing-masing.

Perubahan kebijakan AIBA itu karena AIBA mencoba mengikuti kebijakan federasi olahraga lain yang mengatur penggunaan hijab.

Pernyataan AIBA tersebut memang benar. Sudah banyak cabang olahraga lain yang membolehkan atlet putri berhijab saat berkompetisi di turnamen internasional. Sebut saja seperti anggar, bola voli, sepak bola putri, dan bulu tangkis.

Adanya kebijakan baru yang dirilis oleh AIBA itu maka kejadian yang menimpa Amaiya Zafar tak akan terulang lagi.

Kala itu di kejuaraan tinju Sugar Bert Tournament di Kissimmee, Florida, dia didiskualifikasi akibat penggunaan hijab dan kaos panjang yang menutup lengan dan kakinya.

Saat itu, Federasi Tinju Amerika menilai bahwa penggunaan seragam yang dikenakan Amaiya dinilai tak aman jika digunakan saat bertanding.

Dalam pengumuman terbaru tentang kebijakan AIBA, federasi tersebut juga merilis aturan tentang protes yang baru.

Aturan tersebut akan memberikan kesempatan kepada federasi setiap negara untuk mengajukan banding atas keputusan yang mereka anggap tidak adil melalui sistem peninjauan video kompetisi.

"Aturan protes baru adalah salah satu aturan yang brilian. Dengan merilis kebijakan ini, kami memastikan permainan yang adil dan menumbuhkan rasa kepercayaan dari para petinju, tutur salah satu anggota Komite Eksekutif dari Azerbaijan, Suleyman Mikayilov.

Kendati demikian, AIBA masih belum mengkonfirmasi tentang kapan kepastian aturan baru tersebut akan diterapkan di turnamen internasional. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved