Alasan Kenapa KPR Segmen Menengah Atas Diperkirakan Masih Lesu

Perbankan tidak berharap banyak dari pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan ticket size di atas Rp 1 miliar pada tahun ini.

Alasan Kenapa KPR Segmen Menengah Atas Diperkirakan Masih Lesu
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Pengunjung melihat maket rumah Victoria Valley yang dipamerkan Citraland BSB City di Hotel Crowne Semarang, beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Perbankan tidak berharap banyak dari pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan ticket size di atas Rp 1 miliar pada tahun ini.

Bank Tabungan Negara (BTN) yang berspesialisasi dalam penyaluran KPR memprediksi bisnis di segmen itu akan relatif stagnan. Bank penguasa pasar KPR itu memang tidak menjadikan segmen tersebut sebagai prioritas bisnisnya.

Direktur Konsumer BTN, Budi Satria menyebut, porsi KPR menengah atas di perseroan saat ini masih di bawah 10 persen dari total penyaluran KPR non-subsidi senilai Rp 16,7 triliun.

Meski di tahun ini KPR menengah atas berpotensi tumbuh, menurut dia, besarannya tidak akan sesuai dengan target. Sebab, mayoritas KPR non-subsidi BTN didominasi segmen KPR dengan nilai maksimal Rp 500 juta.

"Prospek di 2019 untuk KPR BTN dengan ticket size Rp 1 miliar ke atas rasanya masih relatif stagnan," ujarnya, kepada Kontan, Senin (11/2).

EVP Divisi Kredit Konsumer Bank Central Asia (BCA), Felicia Mathelda Simon juga memprediksi KPR segmen menengah atas di tahun ini tak banyak bergerak dibandingkan dengan posisinya di tahun lalu.

Menurut dia, dalam tiga tahun terakhir, pengajuan KPR di perseroan dibanjiri rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar.

"Jumlah aplikasi dengan ticket size di bawah Rp 1 miliar berkisar 60 persen dari total aplikasi yang direalisasi, selama tiga tahun terakhir," paparnya.

Namun, BCA optimistis segmen KPR menengah-atas mulai menggeliat di tahun ini. Pasalnya, pengembang yang menjadi mitra BCA lebih agresif dalam menjajakan produknya berupa pasar rumah dengan harga per unit Rp 1,5 miliar ke bawah.

Tak banyak

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved