ATI Akan Rumuskan Tarif Baru, Beban Biaya Melintasi Tol Trans Jawa Segera Dievaluasi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengumpulkan sejumlah badan usaha jalan tol (BUJT)

ATI Akan Rumuskan Tarif Baru, Beban Biaya Melintasi Tol Trans Jawa Segera Dievaluasi
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Suasana kendaraan memasuki Gerbang Tol Weleri Kabupaten Kendal, Senin (21/1/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengumpulkan sejumlah badan usaha jalan tol (BUJT) yang memiliki konsesi ruas Tol Trans-Jawa, Selasa (12/2).

Pertemuan yang dilangsungkan tertutup di ruang Menteri PUPR itu membahas soal tarif Tol Trans-Jawa yang dirasakan sejumlah pihak masih terlalu mahal, terutama pengusaha jasa logistik.

Dalam rapat itu, pemerintah menyerahkan kepada Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) untuk melakukan evaluasi penerapan tarif Tol Trans-Jawa tersebut.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Koentjahjo Pamboedi mengatakan, pertemuan itu membahas keringanan yang mungkin diberikan pemerintah agar tarif tol, terutama untuk kendaraan logistik yang melintas dapat lebih ringan.

"Kalau bisa memenuhi aspirasi rakyat atau logistik supaya lebih murah lagi. Itu lagi dievaluasi sama ATI (Asosiasi Jalan Tol Indonesia) berapa mampunya ATI menerapkan tarif itu," ujarnya, usai mengikuti pertemuan itu.

Nantinya, Koentjahjo menyatakan, ATI akan merumuskan besaran tarif baru yang dinilai tidak akan terlalu memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak merugikan BUJT.

"ATI nanti bahasnya seperti apa, berapa lama, (bentuknya-Red) penurunan apa diskon," katanya.

Sejauh ini, menurut dia, pemerintah tak mempersoalkan adanya opsi penurunan tarif. Hal itu untuk menjamin agar barang logistik yang sampai ke masyarakat dapat diperoleh dengan harga terjangkau.

Meski demikian, ada persoalan kepastian bisnis BUJT yang juga harus diperhatikan. Sehingga, Koentjahjo menuturkan, dari usulan tarif baru yang diajukan ATI, pemerintah merumuskan apakah memberikan subsidi atau kompensasi lain yang juga menguntungkan.

"Misalnya, kalau penurunan nanti pemerintah subsidi. Pemerintah nalangin berapa. Saya kira enggak besar. Tapi konsen kami berpihak ke logistik," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved