Berikut Penjelasan JNE Berkait Embargo Garuda Indonesia Group, Tak Timbulkan Kerugian

Embargo yang dilakukan maskapai Garuda Indonesia Group kepada JNE sudah berakhir sejak 12 Februari 2019.

Berikut Penjelasan JNE Berkait Embargo Garuda Indonesia Group, Tak Timbulkan Kerugian
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Layanan jasa pengiriman di JNE Jalan Kyai Saleh, Kota Semarang, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Embargo yang dilakukan maskapai Garuda Indonesia Group kepada JNE sudah berakhir sejak 12 Februari 2019.

Meski demikian dampak dari keputusan tersebut ternyata tidak begitu dirasakan JNE terutama di wilayah Jateng khususnya Semarang.

Hal itu diungkapkan Branch Manager JNE Semarang Wahyu Sangerti Alam dalam jumpa pers di Imperial Indische Semarang, Rabu (13/2/2019).

Ia memastikan embargo yang dilakukan selama sekitar 5 hari itu tidak menimbulkan kerugian.

"Tidak ada kerugian, tidak ada penurunan omzet juga. Bahkan barang-barang yang kami kirim juga tidak mengalami keterlambatan hari," sebut Wahyu kepada wartawan.

Meski demikian ia mengakui, memang ada keterlambatan jam dalam pengiriman.

Namun hal itu tidak sampai mempengaruhi penurunan omset bahkan kerugian.

"Ya memang terjadi misalnya barang seharusnya sampai pagi, namun ada sedikit keterlambatan jadi siang. Tapi itu sudah diatasi dan kini tidak terjadi lagi," ucapnya lebih lanjut.

Ia menjelaskan ketika diumumkan Garuda Indonesia Group menolak mengirim paket dari JNE pada 7 Februari 2019, pihaknya kemudian berkoordinasi untuk mencari solusi.

Ia kemudian mengalihkan paket yang harus segera dikirim ke kargo maskapai lain.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved