Buntut Kasus Penganiayaan, Akpol Pecat 13 Taruna Penganiaya Junior

Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) memberhentikan 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) karena terlibat kasus penganiayaan

Buntut Kasus Penganiayaan, Akpol Pecat 13 Taruna Penganiaya Junior
KompasTV
Ilustrasi, Akademi Kepolisian (Akpol) 

Sidang Wanak Akpol baru dapat digelar karena putusan perkara yang menjerat 13 taruna Akpol tersebut baru memiliki kekuatan hukum tetap atau inkraht pasca-keluarnya putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA).

Putusan tersebut menyatakan mereka terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dengan hukuman pidana penjara bervariasi sesuai peran masing-masing.

Menurut Arief, 14 taruna Akpol yang terlibat kasus penganiyaan hingga menewaskan Muhammad Adam sudah tidak dapat menjadi anggota Polri.

Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) huruf g Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia diatur, 'untuk diangkat menjadi anggota Polri, seorang calon harus memenuhi syarat tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan.'

SBY Ungkap Penyakit yang Diderita Ani Yudhoyono: Ibu Ani Mengalami Kanker Darah

Pasal 268 ayat (1) KUHAP mengatur permintaan Peninjauan Kembali (PK) atas suatu putusan tidak menangguhkan maupun menghentikan pelaksanaan dari putusan tersebut.

Selain itu, Pasal 92 ayat (4) huruf b Peraturan Gubernur Akpol Nomor 4 Tahun 2016 tentang Kehidupan Taruna Akademi Kepolisian disebutkan bahwa 'melakukan perbuatan pelanggaran berat dan/atau tindak pidana yang didukung dengan alat bukti yang cukup berdasarkan hasil keputusan Sidang Wanak tidak dapat dipertahankan untuk tetap mengikuti pendidikan.'

"Jangan memukul dan melakukan kekerasan sejak hari ini. Tradisi kekerasan senior terhadap yunior adalah perilaku yang harus dihilangkan.

Senior harusnya mengayomi dan membimbing, tanamkan budaya asih asah asuh dalam hubungan senior yunior. Jadilah senior yang disegani bukan senior yang ditakuti," kata mantan Kepala Bareskrim Polri itu.

"Negara akan rugi kalau Akpol meluluskan perwira yang berkarakter pro kekerasan karena tidak sesuai dengan pola Democratic Policing," imbuhnya.

Pasang CCTV

Humas Akpol, Kombes Pol Eko, mengatakan, 13 taruna ini mendapat sanksi berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat.

Halaman
123
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved