Kurang Bersyukur Merasa Gaji Kecil, Anggota Ditpolair Polda Jateng Lakukan Jual Beli Solar Ilegal

Terdakwa kasus jual beli Solar ilegal yang juga merupakan anggota Ditpolair Polda Jateng,Teguh Winarto meminta keringanan hukuman.

Kurang Bersyukur Merasa Gaji Kecil, Anggota Ditpolair Polda Jateng Lakukan Jual Beli Solar Ilegal
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Petugas Polres Kabupaten Muna mengamankan drum-drum berisi solar dan minya tanah dari gudang rumah Haji Rahmatullah, 61 th (kopiah hitam) di Pulau Indo, Muna Barat, Sulawesi Tenggara, Minggu (9/11/2014). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Terdakwa kasus jual beli solar ilegal yang juga merupakan anggota Ditpolair Polda Jateng,Teguh Winarto meminta keringanan hukuman pada sidang pembelaan di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (13/2/2019).

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah Pujiati Purwaningsih menuturkan dalam nota pembelaan terdakwa, jual beli Migas karena tuntutan kehidupan untuk mencukupi kebutuhan anak dan istri.

Terdakwa menyadari bahwa jual beli Migas tanpa dokumen tersebut merupakan perbuatan bersalah.

"Apalagi anak saya harus operasi lidah," ujarnya menirukan pernyataan terdakwa.

Kejari Semarang Tahan Mantan Kepala UPTD Bapenda Kota Semarang

Puji menuturkan sebelumnya terdakwa dituntut selama 1 tahun 6 bulan. Terdakwa dijerat dengan Undang-undang Migas.

"Terdakwa membeli Migas di kapal-kapal, dan dijual ke kapal jika ada order," tutur dia.

Menurut Puji, terdakwa melakukan transaksi jual beli Migas di perairan Batang, dan Kendal.

Barang bukti yang diamankan saat sebanyak sepuluh ton solar.

"Barang bukti belum sampai dijual. Baru mau akan didistribusikan," tutur dia.

Ia mengatakan tidak akan mengajukan tanggapan atas pembelaan terdakwa.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: suharno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved