MUI Jepara Larang Muslim Rayakan Hari Valentine

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara melarang umat muslim merayakan valentine, atau populer diartikan sebagai Hari kasih Sayang tiap 14 Februari

MUI Jepara Larang Muslim Rayakan Hari Valentine
crosscards.com
Kumpulan ucapan hari valentine yang romantis. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara melarang umat muslim merayakan valentine, atau populer diartikan sebagai Hari kasih Sayang tiap 14 Februari.

Larangan tersebut merujuk pada fatwa yang pernah dikeluarkan MUI Kabupaten Jepara, beberapa tahun lalu.

Fatwa larangan tersebut ada, setelah MUI mengaji sejarah lahirnya hari valentine. Perayaan itu ternyata bukan merupakan tradisi Islam. Berdasarkan sejumlah artikel, Valentine merupakan tradisi barat yang lahir pada tahun 270 Masehi.

Nama Valentine merupakan tokoh pemuka agama, bernama Santo Valentine yang dibunuh pada 14 Februari atas perintah raja Romawi, bernama Claudius.

Namun karena sosoknya dianggap berkepribadian baik, sehingga hari kematiannya menjadi simbol perdamaian. Namun belakangan berubah menjadi Hari Kasih Sayang.

Selain atas dasar tersebut, Ketua MUI Kabupaten Jepara Mashudi menilai perayaan Hari Valentine dinilai lebih banyak mendatangkan mudarat. Serta rentan menciptakan pergaulan bebas di kalangan remaja, sehingga bertolak belakang dengan syariat Islam.

15 Ucapan Hari Valentine yang Romantis, Bisa Bikin Orang Tercinta Meleleh

“Dalam versi Islam Valentine itu sebenarnya sepenuh waktu, kalau memang sudah memiliki pasangan yang sah,” ujar Mashudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/2/2019).

Untuk itu, MUI kabupaten Jepara mengimbau kepada umat Islam terutama kalangan remaja.

Agar tidak ikut-ikutan terbawa arus zaman dengan merayakan Hari Valentine, apalagi mengikuti tradisi yang menyesatkan karena hukumnya haram.

Meski Islam sendiri dalam praktiknya selalu mengedepankan kasih sayang, sesuai dengan firman hadis yang termaktub di Kitab Suci Alquran.

“Harapan dari kami (MUI Kabupaten Jepara) tidak latah dengan bahasa Valentine, karena tidak Islami,” ujar Ketua MUI Jepara.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved