Kejari Semarang Cekal 14 Mantan Taruna Akpol Agar Tidak Kabur Ke Luar Negeri

Untuk mempermudah eksekusi, Kejari Semarang segera cekal 14 orang mantan Taruna Akedemi Kepolisian (AKPOL)

Kejari Semarang Cekal 14 Mantan Taruna Akpol Agar Tidak Kabur Ke Luar Negeri
tribunjateng/tim
VIDEO Detik-detik Hakim Jatuhkan Vonis Terhadap Sembilan Taruna Akpol Disambut Tangisan orangtua terdakwa, Jumat (17/11/2017) di PN Semarang 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Untuk mempermudah eksekusi, Kejari Semarang segera cekal 14 orang mantan Taruna Akedemi Kepolisian (AKPOL) yang tersangkut kasus penganiayaan  adik litingnya Muhammad Adam hingga tewas agar tidak melarikan diri ke luar negeri.

Kepala seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Semarang, Bambang Rudi Hartoko, telah memerintahkan jaksa yang menanganinya untuk membuat permohonan pencekalan kepada 14  orang mantan Taruna Akpol.

Hari ini sudah saya suruh bikin," ujarnya pria yang kerap disapa Rudi, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, prosedur pencekalan tersebut harus dilakukan dari jaksa yang bersangkutan mengetahui pimpinan Kejari, Kejati, dan Kejagung. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pimpinan untuk melakukan upaya pencekelan.

" Ini harus dilakukan pencekalan. Kalau nanti ada apa-apa bagaimana," jelasnya.

Dirinya belum dapat menyebutkan berapa lama proses melakukan pencekalan. Pelaksaan pencekalan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Intel Kejari.

"Karena pencekalan hubungannya dengan Intel juga. Tadi jaksanya juga saya tanya akan koordinasi dulu," tutur dia.

Terkait pemanggilan, Kata Rudi, hingga saat ini belum ada satu pun 14 mantan Taruna Akpol yang dipanggil. Namun, dirinya telah memerintahkan jaksa untuk segera melakukan pemanggilan.

"Belum ada pemanggilan. Karena kami baru tahu kemarin. Saya juga sudah perintah untuk memanggil. Tapi saya belum konfirmasi lagi," ujar dia.

Menurutnya, pemanggilan dilakukan dengan cara melayangkan surat melalui Pos. Dirinya berupaya pemanggilan dilakukan sesegera mungkin.

" Pemanggilan sesegera mungkin," kata dia.

Disisi lain, pihaknya juga  siap menghadapi upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) dari 14 terpidana.

Sidang PK dimungkinkan digelar di Pengadilan Negeri Semarang.

" Kami tetap siap menghadapi PK," jelas dia. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved