PDAM Kudus Targetkan 3.750 Pelanggan Baru di 2019

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus menargetkan 3.750 pelanggan baru di tahun 2019.

PDAM Kudus Targetkan 3.750 Pelanggan Baru di 2019
rifqi gozali
Stan pemasangan saluran baru PDAM Kudus di halaman kantor PDAM Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Perusahaan Daerah Air  Minum (PDAM) Kabupaten Kudus menargetkan 3.750 pelanggan baru di tahun 2019.

Saat ini, sudah ada sekitar 45.000 keluarga yang sudah berlangganan dengan penyedia jasa air minum milik daerah.

Kepala PDAM Kudus, Ahmadi Syafa mengatakan, dari seluruh target pelanggan baru tahun ini, 2.500 di antaranya akan diusulkan sebagai masyarakat berpendapat rendah (MBR).

Jika biaya pasang baru semula Rp 1.750.000, bagi mereka yang tergolong MBR, hanya ditarik tarif sebesar Rp 550 ribu.

“Kami akan usulkan data by name by address dari 2.500 tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum, kemudian petugas dari kementerian akan menyurveinya. Setelah keluar rekomendasinya baru akan kita pasang,” kata Ahmadi saat ditemui di kantornya, Kamis (14/2/2019).

Ahmadi melanjutkan, dalam pemasangan pipa saluran baru bagi MBR akan dimulai April 2019. Sedangkan masyarakat yang tidak tergolong MBR bisa segera langsung dipasang.

“Karena untuk yang MBR ini ada tahapannya. Ada survei setelah dipasang pun akan survei lagi dari konsultan,” katanya.

Dari target pelanggan baru, katanya, pihaknya menitikberatkan di tiga kecamatan. Yaitu Jekulo, Dawe, dan Undaan.

“Ini merupakan komitmen PDAM dalam mengemban misi sosial dan mengemban misi bisnis, karena penghasilan dari PDAM masuk dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah),” katanya.

Dia melanjutkan, sebagian besar warga Kudus memiliki sumur sendiri. Keberadaan PDAM hanya akan sangat kentara saat musim kemarau.

Selama ini air yang disuplai PDAM merupakan air tanah. Karena kebutuhan warganya akan air PDAM meningkat saat musim kemarau, Ahmadi mengatakan, sejauh ini stok pasokan air baku PDAM dirasa aman.

“Keberadaan air tanah di Kudus relatif masih cukup, tapi tidak bisa selamanya diambil. Maka ke depan akan beralih ke air permukaan. Kami sudah menjalin koordinasi untuk memakai air dari Bendungan Logung dan Sungai Piji,” katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved