Rekam E KTP Pemilih Pemula, Disdukcapil Kabupaten Semarang Jemput Bola ke SMK N 1 Tuntang

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Semarang melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik

Rekam E KTP Pemilih Pemula, Disdukcapil Kabupaten Semarang Jemput Bola ke SMK N 1 Tuntang
M naifiul Haris
Petugas Disdukcapil Kabupaten Semarang melakukan perekaman KTP elektronik di SMK N 1 Tuntang, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Semarang melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dengan sasaran pelajar sekolah di SMKN 1 Tuntang.

Administrator Database Disdukcapil Kabupaten Semarang Rifki Manuwijaya mengatakan proses perekaman e-KTP dilakukan supaya para siswa yang merupakan pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 17 April mendatang.

"Terutama pemilih pemula karena banyak diantara mereka belum memiliki e-KTP. Padahal salah satu syarat pemilih harus sudah terdaftar usia 17 tahun dibuktikan dengan kepemilikan KTP elektronik," terangnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/2/2019)

Menurut Rifki Manuwijaya gerakan jemput bola atau mendatangi sekolah-sekolah dimaksudkan agar proses perekaman KTP elektronik dapat selesai lebih cepat. Apabila menunggu para siswa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil dinilai memakan waktu lama.

Ia menambahkan di SMK N 1 Tuntang terdapat 30 siswa maupun siswi yang belum melakukan perekaman KTP elektronik.

"Syaratnya cukup membawa foto copy kartu keluarga, nanti usai melakukan rekam e-KTP mereka diberi langsung KTP jadi. Jika blanko habis yang dibawa diberikan surat keterangan sementara," ujarnya

Dikatakan Rifki Manuwijaya di Kabupaten Semarang terdapat sekira lima ribu orang lebih yang belum melakukan perekaman KTP elektronik tersebar di 20 kecamatan.

Seorang guru di SMK N 1 Tuntang Bayu Aji Saputra mengungkapkan dengan adanya program dari Disdukcapil Kabupaten Semarang yang berinisiatif mendatangi sekolah guna perekaman KTP elektronik dianggap sangat membantu.

Menurut dia, apabila para siswa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil selain tidak efektif juga memakan biaya karena jarak ke lokasi dari kebanyakan siswa tinggal cukup jauh.

"Sangat membantu sekali. Apalagi cetak langsung jadi, ini juga tidak menganggu jadwal jam belajar mengajar karena sudah ada penjadwalan khusus," katanya

Guru pengampu mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan tersebut menerangkan jumlah siswa yang sedang menempuh pendidikan di SMK N 1 Tuntang sebanyak 214 orang. Dari jumlah itu kata dia, hanya sekira 20 anak belum memiliki KTP elektronik khususnya siswa XII. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved