'Temanku' Ini Menjerumuskanku pada Narkoba

Teman dan lingkungan berpengaruh cukup signifikan dalam mempengaruhi seseorang akhirnya terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

'Temanku' Ini Menjerumuskanku pada Narkoba
ilustrasi/alamy.com
Teman dan lingkungan berpengaruh cukup signifikan dalam mempengaruhi seseorang akhirnya terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. 

TRIBUNJATENG.COM - “Pertama kali saya menggunakan narkoba, ketika itu saya dikasih oleh teman dekat saya untuk mencoba narkoba. Sayangnya sekarang dia sudah meninggal akibat over dosis narkoba. Pada saat itu semua diberikan secara cuma-cuma, hingga akhirnya saya kecanduan dan tidak bisa lepas dari narkoba. Narkoba telah mengambil semuanya dari saya, sekolah saya kacau, hubungan saya dengan keluarga menjadi berantakan, dan bahkan saya menjadi “musuh” dalam keluarga saya sendiri."

Itulah sepenggal kisah yang disampaikan oleh mantan penyalahguna narkoba yang sudah selesai menjalani program rehabilitasi ketergantungan narkoba.

Dalam kasus penyalahgunaan narkoba terutama pada kalangan remaja, teman dan lingkungan berpengaruh cukup signifikan dalam mempengaruhi seseorang akhirnya terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Data penelitian dari BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI Tahun 2018, menunjukkan bahwa seseorang terpapar narkoba awalnya ditawari oleh teman tongkrongan (teman dekat), dan selanjutnya mendapatkan narkoba pun dari mereka.

Tingginya angka penyalahguna narkoba pada kalangan pelajar dan mahasiswa yang mencapai 24% atau setara dengan 810.267 orang (Penelitian BNN Tahun 2017), tentunya menjadi keprihatinan sendiri.

Mengapa generasi muda dengan mudahnya terjerumus kedalam penyalahgunaan narkoba.

Seorang ahli psikologi perkembangan yang terkenal, Hurlock, menyampaikan bahwa peer group atau kelompok teman sebaya memiliki pengaruh yang lebih besar pada remaja bahkan jika dibandingkan dengan pengaruh keluarga.

Hal ini dikarenakan adanya kesamaan baik dalam segi usia, minat, pola pikir dan juga kesamaan yang lain.

Maka karakter seorang remaja akan sangat dipengaruhi oleh peer group-nya.

Sebagai contoh, jika seorang remaja memiliki kelompok teman sebaya yang cenderung melakukan kenakalan remaja, maka orang tersebut juga akan cenderung melakukan hal–hal yang dapat merugikan orang lain.

Terkadang hal seperti itu mereka lakukan sebagai wujud “eksistensi” dan agar dapat diterima dalam kelompok.

Kedekatan remaja dengan kelompok teman sebayanya sebaiknya dapat ditanggapi sebagai hal yang wajar oleh para orang tua.

Orang tua sebaiknya mengawasi dan mengarahkan agar putra-putrinya dapat memilih kelompok sebaya yang tepat yang keseharian mereka diisi dengan kegiatan-kegiatan positif.

Dengan pendampingan dan perhatian yang tepat akan sangat membantu remaja berkembang menemukan potensi dirinya serta menghindarkan mereka dari penyalahgunaan narkoba. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved