Tersangka Slamet Bersikeras Tidak Memukul Masrul, Palu Dibawa Untuk Pasang Baliho Caleg

Satuan Reserse Kriminal Polres Salatiga kembali mengamankan tiga orang atas dugaan tindak pidana kekerasan.

Tersangka Slamet Bersikeras Tidak Memukul Masrul, Palu Dibawa Untuk Pasang Baliho Caleg
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Slamet, tersangka pemukulan menceritakan kronologis kejadian dalam gelar perkara di Mapolres Salatiga, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan Reserse Kriminal Polres Salatiga kembali mengamankan tiga orang atas dugaan tindak pidana kekerasan.

Mereka adalah Slamet Pujiono alias Cetol (48) dan Margono (45), keduanya warga Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga.

Kemudian tersangka lain Sugeng Siswanto (36) warga Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo.Kota Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, ketiganya terbukti melakukan tindak pidana kekerasan terhadap korban atau pelapor Masrul (46) warga Rt 01 Rw 02 Kelurahan Kuripan, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.

"Kejadiannya Rabu 6 Februari 2019 pukul 10.00 di belakang pabrik PT ISI, Kelurahan Noborejo Kecamatan Argomulyo. Berdasarkan keterangan, pelaku memukul dan menendang korban," terangnya kepada Tribunjateng.com dalam gelar perkara di Mapolres Salatiga, Kamis (14/2/2019).

AKBP Gatot menerangkan, akibat tindakan pelaku itu, korban mengalami luka memar pada pelipis sebelah kiri dan gigi depan bagian bawah hampir lepas serta mulut berdarah.

Dikatakannya, dari hasil penyelidikan kronologis peristiwa bermula ketika pelaku Slamet Pujiono (48) bersama kedua temannya hendak mengantarkan batu ke PT Indo Alam Terang.

"Karena lokasi dinilai sudah tidak memadai untuk menampung kiriman barang itu, terjadi adu mulut bersama korban hingga akhirnya terjadi tindak kekerasan itu," katanya.

Slamet Pujiono (48) supliyer batu itu merasa dihalang-halangi korban Masrul (46) saat hendak menawarkan barang ke pimpinan proyek pembangunan PT Indo Alam Terang itu.

"Awalnya saya datang mau bertemu pimpinan proyek, lalu tidak boleh katanya batu di gudang sudah penuh dan korban malah menantang saya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved