Kematian Ferry Istiadi Warga Danukusuman Solo Masih Misterius, Ditemukan Luka Sayatan di Tubuhnya

Kematian Ferry Istiadi (53) sempat menghebohkan warga Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jumat (15/2/2019) dini hari.

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kematian Ferry Istiadi (53) sempat menghebohkan warga Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jumat (15/2/2019) dini hari.

Tidak ada warga yang tahu penyebab kematian pria asal Kota Magelang itu.

Ibunda Ferry, Yohana (80) adalah orang pertama yang mendapati sang putra telah tewas.

"Kulo madosi bocahe kok meneng mawon. Pas kulo buka kamare, bocahe sampun mboten wonten. Getihe lambah-lambah (saya cari orangnya kok diam saja. Pas buka kamar, orangnya sudah meninggal. Darahnya banyak)," ujar Yohana di Jalan Kumbangmoro Rt 03 Rw 30, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Yohana tampak terpukul oleh kematian putranya itu.

Dia enggan bercerita lebih lanjut.

Sementara itu, Polsek Serengan masih menunggu hasil autopsi kematian Ferry di RSUD Dr Moewardi Solo.

Kapolsek Serengan, AKP Giyono belum memastikan Ferry meninggal lantaran bunuh diri atau tidak.

Petugas kepolisian mendapati sejumlah luka sayatan benda tajam di tubuh pria itu.

Luka itu bagian kedua lengan, lipatan tangan kiri dan kanan, lalu luka di bagian leher kiri dan kanan.

"Kami juga temukan sebilah mata pisau cukur berlumuran darah. Kami belum memastikan kejadian ini bunuh diri atau tidak. Pihak keluarga dan saksi mata masih kami periksa," ujar Giyono. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved