Kementerian PUPR Yakin Aspal Plastik dan Karet Layak Dipakai di Bandara dan Jalan Tol

Penggunaan aspal plastik maupun aspal karet bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur skala besar, seperti bandara, pelabuhan dan jalan tol.

Kementerian PUPR Yakin Aspal Plastik dan Karet Layak Dipakai di Bandara dan Jalan Tol
Kompas.com/Hilda B Alexander
Badan Pengembangan dan Penelitian (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan teknologi pemanfaatan sampah plastik untuk material pembangunan infrastruktur jalan. Uji coba perdana aspal plastik ini dilakukan di Kampus Universitas Udayana, Bali, Sabtu (29/7/2017). 

TRIBUNJATENG.COM - Penggunaan aspal plastik maupun aspal karet selama ini masih terbatas.

Padahal dari sisi kualitas, aspal campuran tersebut memiliki kualitas lebih baik dibandingkan aspal biasa.

Kepala Balai Litbang Perkerasan Jalan Balitbang Kementerian PUPR Johannes Ronny mengatakan, penggunaan aspal plastik dan aspal karet selama ini baru sebatas pada tahap uji coba.

Namun, bila memang diperlukan untuk pembangunan infrastruktur skala besar, seperti bandara, pelabuhan dan jalan tol, kedua jenis aspal tersebut sudah dapat digunakan.

"Prinsipnya, semua perkerasan beraspal bisa gunakan (aspal karet atau aspal plastik)," kata Ronny menjawab pertanyaan Kompas.com, Jumat (15/2/2019).

Namun, penggunaan aspal campuran bukan tanpa persoalan. Khususnya untuk aspal campuran plastik.

Sampah Plastik Kresek Bisa Jadi Bahan Campuran Aspal, Butuh Tiga Ton per Kilometer

Sesuai rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ronny menuturkan, hanya sampah plastik kreseklah yang bisa digunakan sebagai bahan campuran aspal tersebut.

"Waktu itu kami sudah diskusi juga, kalau yang botol plasti itu sudah ada yang menampung, sudah bisa didaur ulang untuk dibuat barang lain. Kalau kantong kresek itu memang belum banyak yang memanfaatkan," tutur Ronny.

Sementara bila menggunakan plastik lain seperti bungkus makanan, ia khawatir, kandungan kimia yang terkandung di dalam material plastik dasarnya lebih tinggi dibandingkan dengan plastik kresek.

"Tapi kalau tidak, kita perlu, tidak semua plastik bisa digunakan untuk aspal. Karena kalau terlalu tebel dia digunakan itu bahan kimianya bisa keluar," tukasnya.

Dari aspek biaya, ia menambahkan, produksi aspal plastik juga relatif lebih murah bila dibandingkan dengan aspal karet.

"Kalau aspal plastik itu 4 persen lebih tinggi dari produksi aspal biasa. Kalau aspal karet itu bisa mencapai 30 persen lebih tinggi," tuntas Ronny. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aspal Plastik dan Karet Bisa Digunakan untuk Bandara dan Pelabuhan"

Editor: suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved