Jembatan Desa Pepedan Tonjong Brebes Putus, Hanya Bisa Dilewati Pejalan Kaki

Jembatan akses penghubung antara Dukuh Mranggi dengan Desa Pepedan, Kacamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, ambles dan terputus

Jembatan Desa Pepedan Tonjong Brebes Putus, Hanya Bisa Dilewati Pejalan Kaki
Istimewa
Warga bersama anggota Koramil 09 Tonjong, Brebes, memperbaiki sementara jembatan yang ambles menggunakan bambu, Minggu (17/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Jembatan akses penghubung antara Dukuh Mranggi dengan Desa Pepedan, Kacamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, ambles dan terputus akibat bagian pondasi tergerus derasnya arus Sungai Pedes.

Informasi yang dihimpun Tribun Jateng, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Tonjong, Sabtu (16/2/2019) sore. Sungai Pedes tak mampu menampung debit air sehingga meluap.

Derasnya aliran sungai juga mengikis tebing penyangga jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 1 meter. Sedangkan jarak jembatan dengan dasar sungai sekitar 7 meter. Akibatnya, pondasi jembatan penghubung Dukuh Mranggi dengan Desa Pepedan itu ambles dan putus.

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa menempuh jalan yang lebih jauh untuk beraktivitas ke luar Dukuh. Pasalnya, jembatan itu merupakan akses utama warga.

"Sementara terpaksa lewat jalan lain kalau mau pergi. Saya harus menempuh jalan memutar dan jaraknya lebih jauh karena kalau nekad lewat jembatan itu rawan terjatuh," kata seorang warga, Mustakin, Minggu (17/2/2019).

Selain rawan jatuh, kondisi jembatan juga rawan ambles. Jembatan hanya bisa dilewati pejalan kaki saja. Sementara untuk kendaraan roda dua untuk sementara dilarang melintas.

"Kami berharap Pemkab Brebes segera memperbaikinya. Karena jembatan itu merupakan akses utama untuk beraktivitas," harapnya.

Agar tidak menimbulkan korban, warga bersama anggota Koramil 09 Tonjong menutup jembatan dengan memasang bambu. Selain itu, agar tidak berbahaya dilalui pejalan kaki, warga memperbaiki sementara kondisi jembatan yang terputus.

"Bersama warga, kami memasang rambu-rambu bambu. Kami mengimbau kepada warga untuk sementara tidak menggunakan jembatan itu karena jalan jembatan ditutup," kata Danramil 09 Tonjong, Kapten Infanteri Suwardi melalui Babinsa Desa Pepedan, Pelda Edi Susanto.

Ia menuturkan, saat ini meski sudah diperbaiki sementara menggunakan bambu, untuk akses jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki karena landasan jembatan yang ambles dan putus. Sementara kendaraan roda dua harus melewati jalan lain. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved