Dimungkinkan Ada Tersangka Baru di Kasus Korupsi PD BKK Pringsurat

Kasus korupsi PD BKK‎ Pringsurat tak akan berhenti pada dua terdakwa yang saat ini menjalani sidang. Tak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Dimungkinkan Ada Tersangka Baru di Kasus Korupsi PD BKK Pringsurat
Tribun Jateng/ Yayan Isro' Roziki
Kajari Temanggung, Fransisca Juwariyah. 

Kasus korupsi PD BKK‎ Pringsurat tak akan berhenti pada dua terdakwa yang saat ini menjalani sidang. Tak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung terus berusaha menuntaskan penanganan kasus mega korupsi Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat, serta memulihkan kerugian negara yang ditimbulkan.

"Total kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini sebesar Rp114,362 miliar. Dari total sumber dana lebih dari Rp123 miliar, yang penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan hanya sekitar Rp9 miliar," kata Kepala Kejari (Kajari) Temanggung,‎ Fransisca Juwariyah, Senin (18/2/2019).

Disampaikannya, sejumlah penyimpangan pengelolaan keuangan di PD BKK ‎Pringsurat, mulai penyaluran kredit yang tak sesuai aturan sehingga menimbulkan kredit macet, besaran gaji manajemen yang tak sesuai, pemberian bunga terhadap nasabah maupun pajak ditanggung perusahaan yang tak sesuai ketentuan, dan lain sebagainya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Temanggung, Sabrul Iman, menjelaskan kasus pemberian kredit tak sesuai aturan, dan macet di kemudian hari turut punya andil besar dalam menimbulkan kerugian negara.

Menurutnya, dari total Rp47 miliar kredit yang disalurkan, Rp42 miliar di antaranya dinilai sebagai kredit macet.

Saat ini pihaknya telah mengamankan aset milik seribuan debitur kredit macet senilai minimal Rp42 miliar.

"Agunan-agunan kredit macet saat ini kita sita, kita imbau agar para nasabah dapat melunasi kredit macetnya sebelum sidang memasuki tahap penuntutan," tuturnya.‎

‎Ditambahkan, bila kredit macet telah dilunasi sebelum tahap penuntutan, maka agunan dapat segera dikembalikan. Namun, bila melewati masa itu, sangat mungkin agunan akan disita negara untuk kemudian dilelangkan.

Tak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved