Kiprah Bripka Eko Suroso, Ajak Warga Banyumas Investasi Durian, Bibit Tertanam Capai 3.500 Batang

Melihat banyak lahan tidur di Desa Pekuncen, Banyumas, Eko Suroso berinisiatif mengubahnya menjadi lahan produktif pohon durian

Kiprah Bripka Eko Suroso, Ajak Warga Banyumas Investasi Durian, Bibit Tertanam Capai 3.500 Batang
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Bripka Eko Suroso memberikan bibit pohon durian secara gratis gratis yang akan di tanam di lahan milik warga Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Senin (18/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Melihat banyak lahan tidur di Desa Pekuncen, Banyumas, Eko Suroso berinisiatif mengubahnya menjadi lahan produktif pohon durian.

Durian dipilih karena rasa dan aromanya yang khas serta memiliki nilai jual yang tinggi. Eko Suroso adalah seorang Bhabinkamtibmas berpangkat Bripka.

Dia bertugas di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Sebagai seorang Bhabinkamtibmas dia merasa prihatin melihat masyarakat desa binaanya lebih memilih mempertahankan lahannya ditanami pohon-pohon kayu keras seperti jati, alba, dan purnis.

Pohon-pohon tersebut dirasa memiliki masa panen yang terlalu lama, yaitu sekira 15 sampai 20 tahun. Belum lagi harga jual yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan masa tunggunya. 
Mulai dari rasa keprihatinan itu dia mencoba mengubah pola pikir masyarakat Desa Pekuncen.

Ide durenisasi dia sampaikan melalui rapat Musrenbangdes di hadapan seluruh perangkat desa dan masyarakat. Melalui inisiatifnya, dia berkeinginan menjadikan Desa Pekuncen menjadi Desa Agrowisata.

Desa Pekuncen memiliki kearifan lokal yaitu tradisi Bonokeling yang terkenal. Potensi alamnya juga bagus, namun belum dapat dimaksimalkan secara baik. Oleh karena itu, upaya durenisasi Desa Pekuncen adalah cara memaksimalkan potensi alam dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. 

Pria kelahiran Pati 11 Desember 1979 itu mencontohkan langsung kepada masyarakat bagaimana bertani durian yang baik dan benar.

Lahan sekira 700 meter persegi yang sebelumnya ditanami pohon purnis dan alba, dia ditebang dan disulap menjadi kebun buah durian. Dia ganti lahan tersebut  dengan menanam 50 batang pohon durian varietas unggul.

"Coba bayangkan saja, satu pohon bisa menghasilakan minimal 15 butir durian.   Satu butir buah anggap saja masing-masing beratnya 3 kg, sehingga total satu pohon setidaknya menghasilkan 45 kg buah durian. Harga durian dipasaran sekarang sekira Rp 70 ribu perkilo. Maka keuntungan yang diperoleh dari satu pohon durian saja sudah sekira Rp 3 juta," ungkap Agus Suroso (39) kepada Tribunjateng.com, Senin (18/2/2019).   

Lahan 700 meter persegi tersebut bukan hanya ditanami pohon durian saja. Dia juga menanam 23 pohon kelengkeng varietas unggul sebagai variasi. Pohon kelengkeng tersebut dia dibeli seharga Rp 135 ribu. Setalah 7 bulan masa tanam, kelengkeng tersebut berbuah dan sudah bisa dinikmati.

Halaman
123
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved