Sebelum Gantung Diri, AW Tinggalkan Pesan Ditulis dengan Spidol Merah, Curhat Kegundahannya

Diketahui identitas orang tersebut berinisial A.W (21) asal Dukuh Wonorejo Desa Bejen Karanganyar

Sebelum Gantung Diri, AW Tinggalkan Pesan Ditulis dengan Spidol Merah, Curhat Kegundahannya
Nova
Ilustrasi gantung diri 

TRIBUNJATENNG.COM, KARANGANYAR - Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, seorang pemuda asal Dukuh Wonorejo Desa Bejen Karanganyar tinggalkan pesan berupa tulisan di selembar kertas.

Diketahui identitas orang tersebut berinisial AW (21) asal Dukuh Wonorejo Desa Bejen Karanganyar.

Paur Humas Polres Karanganyar, Ipda M Sutrismiyanto mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Effendi mengatakan kejadian bermula saat saksi sekaligus saudara, Supardi (50) yang hendak menyalakan lampu rumah milik AW pada Rabu (20/2/2019) pukul 18.30 WIB

Ketika memasuki rumah, Supardi telah mendapati AW dalam kondisi tergantung di ruang tamu rumahnya.

Sebelum Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri, Seorang Pemuda Asal Karanganyar Tinggalkan Pesan Di Selembar Kertas
Sebelum Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri, Seorang Pemuda Asal Karanganyar Tinggalkan Pesan Di Selembar Kertas (Tribunjateng.com/Agus Iswadi)

Selanjutnya, Supardi memberitahukan apa yang dilihatnya kepada tetangganya Sugiman (40) dan Sukirno (40).

Akhirnya mereka menurunkan AW dari gantungan. Setelah diturunkan mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karanganyar.

Di sekitar TKP, Supardi menemukan selembar kertas yang diduga ditulis oleh A.W sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Tulisan di selembar kertas dengan spidol merah itu berbunyi, "AKU JANE PENGEN URIP KARO NYEKOLAHNE NADIYA. COCOTE TONGGO AKU ORA ISO NGOPENI WEDUS. SELAMAT TINGGAL," (Aku sebenarnya ingin hidup dan menyekolahkan Nadiya. Kata tetangga aku tidak bisa).

Mendapati laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Karanganyar beserta Tim Inafis mendatangi TKP sekira Pukul 19.30.

Seusai dilakukan pemeriksaan medis oleh Dokter Puskesmas Karanganyar, dr Katrin, di tubuh AW yang sudah kaku, tidak ada tanda-tanda luka penganiayaan.

Sementara itu, saat ditanya terkait motif bunuh diri, Iptu Sutrismiyanto mengaku, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui motif yang sebenarnya.

"Ini murni bunuh diri, untuk motifnya belum tahu. Saat ditemukan, di tubuh korban tidak ada tanda penganiayaan," terang Ipda M Sutrimiyanto kepada Tribunjateng.com, Kamis (21/2/2019).(Tribunjateng.com/ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved