KPK Kawal Bupati dan Wali Kota se-Jateng Genjot PAD

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawal kepala daerah se-Jawa Tengah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

KPK Kawal Bupati dan Wali Kota se-Jateng Genjot PAD
Tribunjateng.com/Daniel Ari Purnomo
Ketua Tim Koordinasi Wilayah dan Supervisi Pencegahan KPK RI, Adlinsyah Malik Nasution (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berbincang saat Seminar dan Launching Simpeda di The Sunan Syailendra Hotel Ballroom Kota Surakarta, Jumat (22/2/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawal kepala daerah se-Jawa Tengah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Tim Koordinasi Wilayah dan Supervisi Pencegahan KPK RI, Adlinsyah Malik Nasution mengatakan PAD sektor pajak tingkat kotamadya berkisar 20 persen dari potensi yang dimiliki.

"Prinsipnya kita ingin tahu berapa transaksi pajak yang dilakukan. Kami menduga pajak daerah dari empat sektor utama yang masuk baru 20 persen," kata Adlimsyah dalam Seminar dan Launching Simpeda di The Sunan Syailendra Hotel Ballroom Kota Surakarta, Jumat (22/2/2019)

Empat sektor utama tersebut adalah pajak hotel, hiburan, retribusi dan parkir.

Agar PAD menjadi optimal, sambungnya, diperlukan penggunaan teknologi informasi dalam penarikan pajak.

Selain itu, KPK akan mendorong seluruh daerah untuk punya e-budgeting dan e-planning.

"Kalau penarikan pajak pakai alat atau teknologi, penerimaan pendapatan asli daerah akan naik hingga empat kali lipat. Itu caranya kita untuk menghindari kebocoran penerimaan pajak. Batam misalnya, baru 400 alat dipasang dalam dua bulan, pendapatannya naik 4 kali lipat," katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpendapat pengelolaan keuangan di Jawa Tengah semakin baik.

Buktinya adalah pencapaian status A yang diberikan oleh KemenPAN RB pada evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) untuk Jateng.

"Kita masih mencoba mendorong untuk bisa melihat Yogyakarta. Yakni keseriusan perbaikan sistem. Hari ini transparansi diberlakukan semakin baik, teknologi informasi menggampangkan kerja kita. Tapi godaan kita masih ada," katanya.

Halaman
12
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved