Disporapar Jateng Ajak Agen Tour Jawa Timur Untuk Mengenalkan Destinasi WIsata di Solo Raya

Disporapar Jawa Tengah mengadakan kegiatan pengenalan destinasi wisata Jateng bersama ASITA dan ASPPI Jawa Timur di wilayah Solo Raya.

Disporapar Jateng Ajak Agen Tour Jawa Timur Untuk Mengenalkan Destinasi WIsata di Solo Raya
TRIBUN JATENG/YASMINE AULIA
Teras ketiga Candi Sukuh yang berada di Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah di awal tahun 2019 mengadakan kegiatan pengenalan destinasi wisata Jateng bersama Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jawa Timur di wilayah Solo Raya.

Kegiatan yang diselenggarakan mulai tanggal 26-28 Februari 2019 ini, akan mengenalkan tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen, dan Surakarta.

Kepala Seksi Pengembangan Pasar Disporapar Jateng, Tanti Apriani, menjelaskan tujuan kegiatan Jateng On The Spot 2019 untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Jawa Tengah.

"Kami akui, Jateng memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa. Maka, kami mengajak para agen tour dan travel asal Jawa Timur supaya bisa membuat paket wisata untuk masyatakat Jatim," jelasnya.

Lokasi yang akan dituju rombongan di antaranya air terjun Jumog, Kebun Teh Kemuning, Candi Sukuh, Rumah Atsiri, Makam Soeharto, Galabo, Museum Keris, Pura Mangkunegaran, Ndalem Gondosuli Lawryan, The Heritage Palace, Museum Manusia Purba Sangiran, Menara Pandang Sangiran, dan Tjolomadoe.

"Tempat wisata Jateng belum terkenal dengan macetnya. Sehingga akan lebih leluasa dalam menikmati wisata tersebut. Terlebih kondisi alam dan kuliner di Jateng sangat beragam. Ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri," imbuhnya.

Tanti yakin, masyarakat Jatim akan tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata di Solo Raya karena kini dipermudah dengan adanya jalur tol. Sehingga jarak tempuh Surabaya ke Solo hanya butuh waktu 2,5 sampai 3 jam.

"Adanya tol sangat memberikan manfaat untuk perjalanan darat. Terutama untuk aksesbilitas wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi wisata di Jateng," ucapnya.

Di tahun 2019, Disporapar Jateng menargetkan peningkatan wisatawan hingga 10% dari tahun sebelumnya, yang sudah mencapai 40 juta wisatawan nusantara. Maka ia berharap dari kegiatan ini target tersebut bisa tercapai, sekaligus bisa meningkatkan geliat pariwisata di Jateng.

"Kegiatan seperti ini tak hanya sekali saja. Karena akan berlanjut ke tempat destinasi lain di Jateng," pungkasnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved