Hebat! Peduli Keamanan Lingkungan, Warga RW 07 Krobokan Semarang Iuran Beli CCTV, Begini Awalnya

Warga RT 04 RW 07 Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat, memasang CCTV secara swadaya di lingkungannya.

Hebat! Peduli Keamanan Lingkungan, Warga RW 07 Krobokan Semarang Iuran Beli CCTV, Begini Awalnya
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Warga RT 04 RW 07 Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang menunjukan monitor pantauan CCTV di lingkungannya, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga RT 04 RW 07 Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat, memasang CCTV secara swadaya di lingkungannya. 

Ketua RW 07 Kelurahan Krobokan, Yudi Hartono mengatakan, pemasangan CCTV dilakukan secara swadaya menggunakan dana kas sebesar Rp 3,5 juta.

Adapun kekurangannya, masing-masing warga iuran.

"Berdasarkan rapat RW pada Januari 2019, keamanan lingkungan menjadi tanggungjawab bersama. Lalu, ada usulan pengadaan CCTV dan disetujui oleh para RT," terangnya, Selasa (26/2/2019).

Dia menjelaskan, setelah itu ramai berita terkait pembakaran kendaraan di Semarang. Kemudian, Pangdam, Kapolda, Wali Kota Semarang dan dinas terkait, Babinsa Babinkantibmas se-kota Semarang memberikan intruksi pemasangan CCTV saat acara tangkal teror di Taman Budaya Raden Saleh beberapa waktu lalu.

Selain itu, direncanakan setiap RT mendapatkan CCTV dari Pemerintah Kota Semarang melalui Anggaran Perubahan Lokasi 2019 atau Anggaran Murni 2020.

"Jadi sebelum ada peristiwa teror bakar kendaraan itu, pengadaan CCTV di RW 07 Krobokan sudah kami agendakan terlebih dahulu," imbuhnya.

Dia menambahkan, ada enam CCTV yang berada di RW 07 Krobokan untuk memantau Jalan Jodipati Timur, Jalan Wiroto VI RT 04 RW 07, dan Jalan Wiroto Raya Kota Semarang.

"Ada kamera kedap air dan repiter perekam tv monitor yang kami tempatkan di area terlindung dari panas dan hujan," imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2019, pendistribusian alokasi anggaran kelurahan mencapai Rp 172 miliar.

Jumlah tersebut lebih besar dari alokasi sebelumnya.

"Perkiraannya Rp 800 juta hingga Rp 1,3 miliar per kelurahan," ucap Hendi, sapaan Wali Kota Semarang.

Dia meminta pihak kelurahan mengalokasikan dana untuk sarana dan prasarana pengamanan lingkungan seperti CCTV, pembangunan pos kampling, maupun pembelian portal.

Hal ini guna mengantisipasi kasus pembakaran yang akhir-akhir ini marak terjadi di Kota Semarang.

"Kami sudah pesan kepada pihak kelurahan, alokasi anggaran kelurahan jangan hanya buat pembangunan fisik. Dimanfaatkan untuk itu atau yang lainnya yang sifatnya untuk menata lingkungan lebih baik," katanya. (Eka Yulianti Fajlin)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved