Hendi Jadikan TMMD Sengkuyung Sebagai Momentum Penanggulangan Kemiskinan dan Menangkal Hoax

Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi secara resmi membuka TMMD Sengkuyung Kota Semarang Tahap I, Selasa (26/2)

Hendi Jadikan TMMD Sengkuyung Sebagai Momentum Penanggulangan Kemiskinan dan Menangkal Hoax
ISTIMEWA
Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi secara resmi membuka TMMD Sengkuyung Kota Semarang Tahap I di Lapangan Tapak, Mangunharjo Kecamatan Tugu, Selasa (26/2). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi secara resmi membuka TMMD Sengkuyung Kota Semarang Tahap I di Lapangan Tapak, Mangunharjo Kecamatan Tugu, Selasa (26/2). 

Dalam sambutannya, Hendi, biasa Wali Kota disapa berharap TMMD tidak hanya berfokus pada program penanggulangan kemiskinan di wilayah pedesaan saja, namun juga bisa membantu menangkal hoax atau berita bohong, serta ujaran kebencian yang saat ini sedang marak.

“Saya berharap, TMMD kali ini bisa disisipkan program-program yang mengunggah wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme sehingga dapat menangkal maraknya hoax, bully, dan ujaran kebencian yang muncul di tengah-tengah kita. Juga mengedukasi masyarakat di tengah riuhnya media sosial, untuk dapat bijak dalam pemanfaatannya. Penting agar kita dapat saling mengingatkan untuk bisa melakukan yang namanya Saring sebelum Sharing” ujar Hendi.

Apa yang disampaikan wali kota senada dengan tema TMMD Sengkuyung Tahap I yaitu Melalui TMMD kita tingkatkan kebersamaan umat serta gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna mewujudkan ketahanan Nasional. 

Menurut Hendi, tema yang diangkat dalam TMMD kali ini sangat pas diterapkan karena mendekati Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.

Adanya perbedaan yang ada, termasuk pandangan politik jangan sampai memecah belah bangsa.

"Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa semangat kebersamaan, kegotong-royongan, serta persatuan dan kesatuan adalah merupakan kekuatan utama Bangsa Indonesia dalam menghadapi permasalah dan tantangan. Jangan sampai kapital sosial berharga ini luntur dan sirna tergerus oleh berbagai perbedaan yang ada termasuk dalam hal pandangan politik,” pesan Hendi di hadapan peserta TMMD.

Gerakan TMMD Sengkuyung yang sudah dilaksanakan setiap tahun terbukti membawa pengaruh positif bagi masyarakat. Salah satunya yaitu mengurangi angka kemiskinan.

“Tren positif tersebut setidaknya terlihat dari persentase penduduk miskin Kota Semarang yang menurut BPS pada tahun 2011 ada di angka 5,68%, namun pada tahun 2018 sudah dapat kita tekan bersama hingga pada angka 4,14%. Tidak kita pungkiri bahwa penurunan prosentase kemiskinan di Kota Semarang salah satunya karena program TMMD yang rutin dilaksanakan setiap tahun," jelas Hendi.

Dalam Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I Hendi menyerahkan beberapa proyek fisik dan non fisik yang akan dilaksanakan.

Untuk Kegiatan Fisik antara lain pembangunan pavingisasi jalan Krajan RT 4 RW 4 dengan volume 200 m2, pengaspalan jalan makam RT 5 RW 4 dengan volume 200 m2, pembangunan Talud Jalan Panggung dalam RT 6 RW 4 dengan volume 90 m2, pembangunan Talud Jalan Panggung dalam RT 4 RW 4 dengan volume 210 m2, Rehab Rumah Tidak layak huni dan jambanisasi sebanyak 10 unit, dan instalasi air bersih Musholla AN-NUR RT 4 RW 2.

Proyek ini diserahkan untuk kemudian dikerjakan secara sengkuyung oleh berbagai elemen seperti TNI dan warga masyarakat.

Sedangkan untuk sasaran non fisik ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain bazaar pasar murah, pengobatan gratis, donor darah, pelayanan KB, penyuluhan Ranham, sosialisasi Wawasan Kebangsaan, pelatihan PBB untuk anak sekolah, penyuluhan pola asuh anak dan remaja dari PKK Kota Semarang dan kegiatan penyuluhan atau sosialisasi lainnya dari OPD terkait. (*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved