PKL Karangtempel Semarang Kembali Minta Dispensasi Waktu Pidah Kawasan MAJT, Ini Alasan Mereka

Disdag Kota Semarang telah memberikan batasan waktu bagi para PKL Karangtempel berpindah ke Kawasan MAJT pada 26 Februari 2019 lalu.

PKL Karangtempel Semarang Kembali Minta Dispensasi Waktu Pidah Kawasan MAJT, Ini Alasan Mereka
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Pembongkaran kios PKL Karangtempel di sepanjang bantaran Sungai BKT oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, Rabu (27/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang telah memberikan batasan waktu bagi para pedagang kaki lima (PKL) Karangtempel berpindah ke tempat relokasi Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) paling lambat 26 Februari 2019.

Pada kenyataannya, hingga saat ini masih ada beberapa kios yang masih berdiri di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Ketua Paguyuban PKL Karya Mandiri Karangtempel, Rohmat Yulianto menuturkan, para pedagang meminta dispensasi waktu untuk berkemas-kemas paling lambat Sabtu (2/3/2019).

Diakuinya, memang masih ada 5 hingga 10 kios yang masih beridiri.

Namun, mereka sudah tidak berjualan.

Mereka masih proses memindahkan barang-barang.

Selain itu, mereka juga memilah barang-barang yang masih dapat dipakai untuk kios barunya di MAJT seperti rolling door, asbes, pintu, seng, maupun genteng.

"Batas terakhir memang 26 Februari 2019 lalu. Sebenarnya, semua pedagang sudah mau pindah ke MAJT. Tapi, kami meminta waktu, tidak berbulan-bulan, hanya beberapa hari untuk proses perpindahan," pinta Rohmat, Rabu (27/2/2019).

Saat ini, katanya, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang telah merealisasikan saluran air 90 persen.

Sedangkan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang telah melakukan pemadatan jalan.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved