Raih Gelar Doktor, Dosen UPGRIS Teliti Interaksi Belajar Mengajar di Mata Kuliah Berbicara

"Saya meneliti hal tersebut karena seringkali di mata kuliah berbicara, interaksi yang seharusnya timbul malah cenderung tak terjadi," terangnya

Raih Gelar Doktor, Dosen UPGRIS Teliti Interaksi Belajar Mengajar di Mata Kuliah Berbicara
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Ngatmini foto bersama setelah ujian terbuka di Pascasarjana Unnes, Semarang, Rabu (27/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penelitian tentang interaksi belajar mengajar untuk mata kuliah Berbicara mengatarkan Ngatmini, dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) meraih gelar Doktor Pendidikan Bahasa.

Ujian terbuka Ngatmini dilakukan di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Rabu (27/2/2019).

Di ujiannya, Ngatmini menjabarkan terkait penelitiannya. Judul penelitiannya ialah 'Model Wacana Interaksi Belajar Mengajar Mata Kuliah Berbicara di Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Yayasan Islam'.

"Saya meneliti hal tersebut karena seringkali di mata kuliah berbicara, interaksi yang seharusnya timbul malah cenderung tak terjadi," terangnya.

Padahal menurutnya seharusnya di mata kuliah berbicara, perlu ada interaksi yakni diskusi antara dosen dan mahasiswa, membuat kelas menjadi lebih hidup.

Setelah meneliti dan membuat pola interaksi belajar mengajar di mata kuliah berbicara di perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi yayasan Islam, Ngatmini kemudian menyimpulkan ada perbedaan keduanya.

Jika interaksi di perguruan tinggi umum bergantung pada inisiasi mahasiswa, pola interaksi perguruan tinggi yayasan Islam bergantung pada tanggapan mahasiswa.

"Di perguruan tinggi umum berpusat pada mahasiswa, dosen jadi inisiator. Di perguruan tinggi yayasan Islam berpusat di dosen," ujarnya.

Ngatmini menggunakan pendekatan kualitatif pada penelitiannya. Sementara teknik mengumpulkan data dengan cara observasi kelas, wawancara dan dokumen.

"Setelah dilakukan penelitian, saya menyimpulkan bahwa pola interaksi di perguruan tinggi umum dan yayasan Islam berbeda," ujarnya.

Ia berharap, lewat penelitian ini membuat interaksi belajar mengajar khususnya di mata kuliah berbicara menjadi lebih optimal, meski di antara perguruan tinggi umum dan yayasan Islam memiliki perbedaan.

Rektor UPGRIS, Muhdi mengucapkan selamat kepada Ngatmini terkait keberhasilannya meraih gelar Doktor. Ngatmini menjadi Doktor ke-64 universitas tersebut.

"Kami optimistis kampus bisa menambah sekitar 15 Doktor hingga akhir tahun ini," tegasnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved