Terkait Pengisian Kolom Penghayat, Sedulur Sikep Belum Banyak yang Mengganti Kepercayaan di KTP-El

Penganut ajaran Samin atau yang akrab disebut Sedulur Sikep masih belum banyak yang mengubah statusnya untuk kolom agama KTP-el.

Terkait Pengisian Kolom Penghayat, Sedulur Sikep Belum Banyak yang Mengganti Kepercayaan di KTP-El
tribunjateng/yasmine aulia
Ada 15 orang dari komunitas sedulur sikep Kabupaten Kudus bertamu ke rumah kontrakan Gubernur Jateng nonaktif Ganjar Pranowo di Jalan Tengger Timur Raya No 1, Gajahmungkur, Kota Semarang, Minggu siang (25/2/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Penganut ajaran Samin atau yang akrab disebut Sedulur Sikep masih belum banyak yang mengubah statusnya untuk kolom agama kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).

Semula, kolom agama dari penghayat Sedulur Sikep dikosongkan atau diisi salah satu agama yang diakui oleh negara.

Tokoh sedulur sikep asal Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus, Budi Santoso mengatakan, saat ini sudah ada beberapa penganut penghayat dari Sedulur Sikep yang sudah mengubah kolom agama di KTP-el. Namun jumlahnya belum banyak.

“Jumlahnya masih sedikit. Satu atau dua orang yang status keagamaannya di kolom KTP-el sudah diganti menjadi penghayat,” kata Budi, Rabu (27/2/2019).

Akhirnya Warga Kabupaten Semarang Ini Mendapat e-KTP Bertulis Kepercayaan Terhadap Tuhan YME

Sementara untuk sedulur sikep yang ada di Desa Larikrejo, terhitung ada sekitar 69 jiwa.

Sebagian besar memang belum mengurus atau mengubah status keagamaan mereka di KTP-el.

"Semula kolom agama di KTP-el diisi salah satu agama yang diakui negara. Namun kini sudah bisa diganti menjadi penghayat kepercayaan," katanya.

Dia mencontohkan, dirinya sampai saat ini masih belum mengubah kolom agama pada KTP-el miliknya.

Sampai saat ini, kolom agamanya masih kosong atau setrip.

Semula dia sudah berusaha mengurusnya. Namun di situ terdapat kendala saat hendak mengubah status perkawinan.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved