Hendi Dorong OSIS Berkolaborasi Bukan Berkompetisi

Para pengurus OSIS yang hadir siang itu diminta untuk menjadi inisiator dalam hal kolaborasi sesuai keunggulan masing-masing.

Hendi Dorong OSIS Berkolaborasi Bukan Berkompetisi
dok Humas Pemkot Semarang
Forum Komunikasi OSIS 

TRIBUNJATENG.COM -- Saat ini eranya bukan lagi berkompetisi melainkan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Hal itulah yang disampaikan Wali kota Semarang Hendrar Prihadi di hadapan para pengurus OSIS SMK dan SMA se-Kota Semarang dalam Forum Komunikasi OSIS di Aula Fakultas Kedokteran Kampus Universitas Semarang, Kamis (28/2). 

Alih-alih berkompetisi yang dapat memunculkan ego sektoral dari masing-masing sekolah dengan berbagai latar belakang, Hendi, sapaan akrab wali kota, justru meminta SMA dan SMK di Kota Semarang untuk saling berkolaborasi. Para pengurus OSIS yang hadir siang itu diminta untuk menjadi inisiator dalam hal kolaborasi sesuai keunggulan masing-masing.

"Studi tiru lebih baik ketimbang studi banding seperti yang Saya terapkan di Kota Semarang di mana Kota Semarang telah banyak melakukan kolaborasi dengan kota-kota seperti Grobogan, Pemalang, Tegal, Siurakarta, Surabaya dan kota-kota lainnya", terang Hendi.

Sehingga Hendi ingin apa yang selama ini telah dilakukan olehnya di dalam memajukan Kota Semarang dengan berkolaborasi bersama kota-kota lain supaya bisa ditiru oleh pengurus OSIS.

Hendi pun mengapresiasi keberadaan Forum Komunikasi OSIS Kota Semarang yang diinisiasi KPU Kota Semarang sejak tahun 2012 yang menurutnya merupakan sesuatu yang baik untuk mempersatukan sekolah menengah ke atas se-Kota Semarang. “Semangat kolaborasi itu bisa kemudian diterapkan.

Misalnya di SMA favorit mempunyai kegiatan yang bagus bisa ditiru sekolah lain dan begitu seterusnya agar muncul kekuatan kapasitas prestasi intelektual di kalangan anak muda,” ujarnya.

Dirinya juga berpendapat bahwa menjadi pengurus OSIS bukan merupakan ajang gagah-gagahan. Dengan menjadi bagian dari pengurus OSIS, para siswa dapat saling tukar pengalaman dan wawasan untuk kemudian sama-sama berkomitmen ikut membangun Kota Semarang.

“Karena saya menyadari masih ada warga miskin, persoalan kriminal, masih ada jalan rusak di Kota Semarang yang perlu kita tangani bersama,” ujarnya. 

Melalui forum Komunikasi OSIS ini diharapkan para pengurus OSIS berani melakukan hal baik dengan dasar ketentuan dan peraturan. Dicontohkan Hendi ketika ada teman yang keliru, para pengurus OSIS harus berani mengingatkan seperti halnya ketika pihaknya mengingatkan bawahannya saat melakukan kesalahan dan tak segan memberikan pujian saat mereka melakukan prestasi.

Hal itu juga selaras dengan upaya yang dilakukan Wali kota dalam meningkatkan kecintaan warga kepada Kota Semarang. “Semarang punya potensi luar biasa tapi selalu tertinggal dengan kota-kota besar lain. Salah satu penyebabnya adalah kita punya warga yang tidak cinta dengan kotanya.

Langkah solutif yang kami lakukan adalah mereformasi birokrasi. Jika ada yang ketahuan melakukan pungli, akan saya turunkan jabatannya serta melakukan konsep #BergerakBersama agar pembangunan kota berjalan lebih cepat.

Saya berpesan kepada rekan-rekan OSIS untuk menggerakkan teman-temannya untuk cinta kepada Kota Semarang dengan mengingatkan temannya yang berbuat salah dengan dasar aturan, buat kegiatan yang murah tapi menyinggung persoalan sosial, serta buat kegiatan yang melibatkan lebih banyak para anak muda,” tambah Hendi.

Sementara Rektor USM Andi Krida Susila, SE, MM menyebutkan bahwa selain menuntut ilmu, para pelajar maupun mahasiswa harus aktif dalam kegiatan lain seperti ekstrakulikuler serta kegiatan kemasyarakatan lainnya yang ia yakini bahwa kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Wali kota Semarang.

“Saya berharap siswa siswi bisa mengeksplor kemampuan yang dimiliki untuk bisa menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujarnya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved