Pencuri Hewan Ternak di Kabupaten Pekalongan Ketahuan Saat Jual Sapi, Tanda Telinga Jadi Petunjuknya

Dua tersangka spesialis pencuri ternak ini hanya bisa pasrah saat digiring jajaran Polres Pekalongan.

Pencuri Hewan Ternak di Kabupaten Pekalongan Ketahuan Saat Jual Sapi, Tanda Telinga Jadi Petunjuknya
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan mengintrograsi kedua pelaku spesialis pencurian hewan di Kabupaten Pekalongan. Keduanya ditangkap dan saat ini berada di Mapolres Pekalongan, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dua tersangka spesialis pencuri hewan ternak ini hanya bisa pasrah saat digiring jajaran Polres Pekalongan.

Dua tersangka bernama Lukli Maulana (43) warga Desa Tanggeran Kecamatan Paninggaran, dan Dwi Susanto (36) warga Desa Wonorejo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan ini merupakan incaran Satreskrim Polres Pekalongan sejak 2016 silam.

Saat ditanya jajaran Polres Pekalongan terkait cara membawa sapi agar tidak diketahui pemiliknya, jawaban Dwi Susanto cukup mengejutkan petugas.

Pelaku melukai mulut hewan ternak yang jadi sasaran itu menggunakan silet agar tidak berontak dan mengeluarkan suara.

"Kami lukai di bagian mulut, kemudian bawa ke mobil bak terbuka," ujar Dwi di Mapolres Pekalongan, Kamis (28/2/2019).

Ia mengaku, menjual hasil pencurian ke beberapa pasar hewan yang ada di Kabupaten Pemalang dan Pekalongan.

"Tindakan seperti ini kami lakukan sejak 2016. Uangnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membayar utang," jelasnya.

Menggunakan mobil bak terbuka sewaan, dua pelaku tersebut sudah menyatroni hewan ternak itu di beberapa kecamatan.

"Awalnya kami melakukan pengintaian terlebih dahulu. Jika lokasi kandang jauh dari pemukiman warga atau dalam kondisi aman, kami mengambil sapi saat malam hari," paparnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menerangkan, dua pelaku sudah menjalankan aksinya bertahun-tahun dan belasan sapi sudah dicuri.

"Total yang dicuri 16 ekor sapi dan satu kerbau, selama ini mereka menyasar 6 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan," terangnya.

Banyaknya kejadian pencurian hewan ternak itu, dikatakan AKBP Wawan membuat masyarakat resah dan melapor ke pihak berwajib.

"Keduanya dipergoki pemilik sapi saat menjual hasil curian di Pasar Hewan Kebonagung Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Pemilik ternak mengetahui hewan yang dijual pelaku merupakan miliknya dari tanda yang ada di telinga sapi," imbuhnya.

Kemudian pelaku dibawa ke Mapolres Pekalongan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Atas tindak pidana pencurian itu, keduanya dijerat Pasal 363 KUHP, hukuman kurungan 7 tahun," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved