Puluhan Pelajar Komunitas Film Purbalingga Ikuti Konfig Kreatif Bekraf

Puluhan peserta yang berasal dari pelajar komunitas film mendapatkan pelatihan pembuatan film dan content digital

Puluhan Pelajar Komunitas Film Purbalingga Ikuti Konfig Kreatif Bekraf
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Ilustrasi Bekraf 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Puluhan peserta yang berasal dari pelajar komunitas film mendapatkan pelatihan pembuatan film dan content digital dari Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Indonesia.

Kegiatan yang bertajuk Konfig (Komunitas Film Bergerak) Kreatif, Pendampingan Dan Penguatan Komunitas Film Daerah rencananya diadakan selama 3 hari dari tanggal 27-29 Februari 2019, di gedung Graha Indraprasta.

Kegiatan yang diprakarsai Bekraf bekerjasama dengan CID (Cakrawala Inovasi Digital) ini dihadiri oleh berbagai narasumber mulai dari Ratrikala Bhre Aditya yang merupakan seorang assisten sutradara yang memiliki berbagai pengalaman di film ternama seperti Ayat-Ayat Cinta dan Laskar Pelangi, Nurchaidir Salim yang merupakan Business Development Manager dari Brave Bison dan juga Sutjiati Eka Tjandrasari CEO dari CID, dan Community Manager Stockshot.id Diyan Surya.

Selain itu kegiatan ini juga dihadiri Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri Bekraf Indonesia Hassan Abud, Kasubdit Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah Dalam Negeri Rita Dwi Kartika Utami, dan Plt. Bupati Purbalingga yang diwakili Kepala Dinkominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Purbalingga Sridadi.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri Bekraf Indonesia Hassan Abud mengatakan sektor industri film merupakan prioritas utama di Bekraf.

“Kenapa film? Karena industri film itu ibarat lokomotif, dengan film kita bisa mengangkat berbagai karya para insan kreatif yang ada di Indonesia,” kata Hassan, Rabu (27/2).

Ia melanjutkan, Bekraf bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana akan membangun Misbar (Bioskop Terbuka). Misbar ini direncanakan akan menjadi ruang kreatif dan sarana guna memutar film-film hasil karya komunitas lokal dan juga film Indonesia.

“Kita sudah melakukan survey dengan Pemerintah Kabupaten terkait tempatnya, dan kami rasa tempatnya cocok,” kata Hassan.

Sutjiati Eka Tjandrasari yang akrab disapa Candra dalam acara tersebut mengatakan di zaman digital sekarang ini para sineas film dan content creator (pembuat konten) memiliki banyak peluang untuk mendistribusikan karyanya, karena sekarang ini sudah tersedia berbagai  platform.

“Sekarang ini sudah tersedia berbagai platform untuk mendistribusikan karya kita. Mungkin bapak, ibu, mas, dan mbak sekalian sudah tau web seperti shutterstock atau gettyimage, di situ kita bisa memajang foto hasil karya kita dan orang akan membeli foto tersebut,” kata Candra.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved