Stok Darah PMI Menipis, Polres Salatiga Gelar Donor Darah

Jajaran Polres Kota Salatiga melakukan kegiatan donor darah bersamaan dengan minimnya stok darah yang tersimpan di Unit Transfusi Darah (UTD)

Stok Darah PMI Menipis, Polres Salatiga Gelar Donor Darah
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono beserta anggota polisi lainnya saat mengikuti kegiatan donor darah di Mapolresta Salatiga, Kamis (28/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA- Jajaran Polres Kota Salatiga melakukan kegiatan donor darah bersamaan dengan minimnya stok darah yang tersimpan di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Salatiga karena tingginya permintaan masyarakat.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan kegiatan yang ada atas adanya laporan PMI kekurangan stok darah untuk memenuhi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Kota Salatiga.

"Dari informasi yang kami terima ada sebanyak 150 warga terjangkit virus dengue atau DBD sedang dirawat sehingga kebutuhan darah meningkat," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Mapolresta Salatiga, Kamis (28/2/2019)

AKBP Gatot menyatakan sebanyak 150 anggota terdiri dari semua jajaran baik tingkat polsek hingga polres mengikuti acara donor darah yang terpusat di aula Mapolres Salatiga.

Ia menambahkan sisanya anggota melakukan piket rutin seperti biasa. Dirinya mentargetkan nanti akan terkumpul sedikitnya 100 kantong darah yang layak dipakai PMI guna memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat.

"Ya semoga meringankan tugas PMI, kami berbuat apa yang bisa. Kalau kurang nanti kami adakan donor darah kembali rutin per enam bulan sekali dari total keseluruhan 561 anggota," katanya

Petugas PMI Kota Salatiga Malikah mengungkapkan tercatat hingga sekarang stok kantong darah yang tersimpan di kantornya dari seluruh golongan dalam kondisi terbatas.

Malikah menjelaskan per 27 Februari  2019 kemarin stok darah golongan A sebanyak 41 kantong kemudian B sejumlah 10 kantong lalu O total 71 dan AB enam.

"Itu tipis tidak sebanding dengan permintaan perharinya berkisar 10 hingga 20 kantong," ujarnya

Dirinya menerangkan sementara permintaan perbulan diangka 1.000 kantong sedang yang mampu dikumpulkan PMI baik melalui donor langsung ke kantor atau mendatangi beberapa mitra maksimal mencapai 700-800 kantong.

Malikah menjabarkan dari seluruh stok darah yang setiap harinya terkumpul akan dibagi menjadi beberapa jenis menyesuaikan kebutuhan seperti trombosit kemudian sel darah putih dan merah baru disimpan apabila dinyatakan layak.

"Jadi tidak semua darah hasil donor dapat kami gunakan mesti dilihat dulu kualitasnya dan bagian atau kandungan mana saja diambil makanya menipis," pungkasnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved