Bawaslu Demak Ajak Penyandang Disabilitas Turut Serta Awasi Pemilu 2019

Bawaslu Demak mengajak penyandang disabilitas menjadi pengawas partisipatif atau turut serta mengawasi jalannya penyelenggaraan Pemilu 2019.

Bawaslu Demak Ajak Penyandang Disabilitas Turut Serta Awasi Pemilu 2019
TRIBUN JATENG
Pengukungan pengurusan Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang, Jumat (28/9/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bawaslu Demak mengajak penyandang disabilitas menjadi pengawas partisipatif atau turut serta mengawasi jalannya penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Mereka berhak untuk menjadi pengawasan partisipatif artinya jika terjadi pelanggaran maka kaum difabel bisa ikut melaporkan," ujar Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Demak, Lispiatun saat ditemui Tribun Jateng di kantor Bawaslu Demak, Jumat (1/3/2019).

Oleh karena itu, Bawaslu Demak mengadakan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif kepada kaum difabel dari tuna rungu dan tuna daksa, Kamis (28/2/2019) kemarin.

Ada 50 orang dari posko difabel Yayasan Paralegal Pertiwi Jogoloyo Demak yang hadir di kegiatan sosialisasi ini.

KPU Demak Butuh 25.305 Anggota KPPS, Mau Mendaftar? Cek di Sini Persyaratannya

Dalam kesempatan itu, Bawaslu Demak menyampaikan tahapan, proses pemilu dari DPTb sampai DPT dan tahapan kampanye.

"Kami juga menjelaskan kepada kaum difabel bahwa KPU Demak, Bawaslu Demak, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) adalah sama-sama penyelenggara pemilu 2019," ucapnya.

Dijelaskannya, KPU adalah lembaga penyelenggara pemilu, Bawaslu adalah lembaga pengawas pemilu, dan DKPP adalah lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu.

"Kami menggandeng guru pendamping untuk menterjemahkan pesan dari Bawaslu Demak kepada kaum difabel. Kami juga mengundang ibu-ibu untuk mendampingi kaum difabel agar mampu menangkap pesan yang disampaikan oleh guru pendamping," tuturnya.

Dia menambahkan, kaum difabel sama-sama mempunyai hak pilih sesuai UU nomor 7 tahun 2017 bahwa disabilitas yang sudah memenuhi syarat, memiliki hak yang sama sebagai pemilih.

"Dengan mengusung tema Pemilih Disabilitas Sahabat Bawaslu artinya kaum difabel tidak boleh dianaktirikan, mereka mempunyai hak pilih yang sama dengan masyarakat umum," imbuhnya.

"Hal itu dikarenakan jumlah DPT untuk pemilih difabel di Demak sebanyak 966 orang, dengan rincian 528 laki-laki dan 438 perempuan," pungkasnya. (agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved