Jelang Pemilu 2019, Masyarakat Desa Adat Bonokeling Banyumas Siap Lawan Politik Uang

Warga Desa Adat Bonokeling, Banyumas menggelar rembug adat, pada Minggu (3/3/2019).

Jelang Pemilu 2019, Masyarakat Desa Adat Bonokeling Banyumas Siap Lawan Politik Uang
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Masyarakat Desa Adat Bonokeling Banyumas deklarasikan diri menjadi desa adat Lawan Politik Uang, pada Minggu (3/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Warga Desa Adat Bonokeling, Banyumas menggelar rembug adat, pada Minggu (3/3/2019).

Rembug adat berlokasi di rumah Sumitro, komplek adat Bonokeling, Desa Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan tersebut dihadiri sekira 70 orang masyarakat adat Bonokeling. Pada kesempatan yang sama hadir pula Miftahudin selaku ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas.

Ada pula Bripka Eko Suroso selaku Bhabinkamtibmas Desa Pekuncen, Sumitro sebagai ketua masyarakat adat Bonokeling, dan Ridwan selaku Panwas Kecamatan Jatilawang.

Kepala Bawaslu Banyumas menyampaikan pentingnya pemahaman apa itu politik uang. Bahwa masyarakat adat yang menjunjung tinggi nilai tradisionalitas perlu pula diberikan pahaman akan rawannya kegiatan politik uang pada masa kampanye ini.

"Nasib kita semua termasuk warga masyarakat adat Bonokeling jangan sampai tergiur hanya dengan iming-iming mendapat uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu,"  ujar Miftahudin selaku ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas kepada Tribunjateng.com, Minggu (3/3/2019).

Pada masa kampanye sekarang ini kegiatan politik uang sangat rawan terjadi. Namun, Bawaslu menghimbau kepada masyarakat adat Desa Pekuncen supaya memilih calon-calon pemimpin yang benar-benar baik dan pilih sesuai hati nurani.

Pada acara tersebut Bawaslu Banyumas mengajak kepada masyarakat adat Bonokeling mengucapkan ikrar. Mereka mendeklarasikan diri menjadi percontohan desa adat anti politik uang.

Para peserta yang hadir turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen mereka. Ungkapan optimisme muncul dari Sutrisno sebagai ketua adat masyarakat Bonokeling, Pekuncen.

"Kami dari kalangan adat selalu setia pada tradisi, tetapi pemilu juga butuh rasionalitas dan pendidikan kepada pemilih khususnya di desa-desa yang merupakan masyarakat kecil," ucap Sutrisno. 

"Kedepannya saya bersama dengan aparat desa seperti Kades dan segenap pejabat di tingkat desa saling bekerjasama. Menangkal politik uang dan segera melaporkan jika ditemukan adanya indikasi politik uang," tambahnya.

Masyarakat adat Bonokeling adalah aset bagi Kabupaten Banyumas. Sebab keunikan tradisi kepercayaan terhadap Kyai Bonokeling sebagai salah satu tokoh Pasir Luhur, jaman Banyumas masa-masa kerajaan.

Masyarakatnya yang luhur dan setia menjaga tradisi menjadikan adat Bonokeling terkenal hingga keluar negri. (Tribunjateng/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved