Bawaslu Kota Semarang Gelar Parade Seni dengan para Disabilitas

Parade ini merupakam bentuk sosialisasi pengawasan partisipatif kepada penyandang disabilitas agar mereka turut serta dalam mengawasi Pemilu 2019

Bawaslu Kota Semarang Gelar Parade Seni dengan para Disabilitas
Istimewa
Para penyandang disabilitas mengikuti sosialisasi pengawasan partisipatif dari Bawaslu Kota Semarang, Senin (4/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang menggelar parade seni dengan melibatkan para penyandang disabilitas di halaman RRI Jawa Tengah, Senin (4/3/2019).

Parade ini merupakam bentuk sosialisasi pengawasan partisipatif kepada penyandang disabilitas agar mereka turut serta dalam mengawasi Pemilu 2019.

"Kami harap penyandang disabilitas bisa melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang ada diwilayahnya khususnya jika ada praktek money politics yang diberikan oleh kelompok-kelompok tertentu," tutur Arief Rahman, Komisioner Bawaslu Kota Semarang.

Lebih lanjut, Dia menambahkan, pemilih disabilitas akan mendapatkan fasilitas yang ramah difabel khusus oleh penyelanggara Pemilu. Adapun bagi para pendamping penyandang disabilitas tidak diperbolehkan memberikan bujukan kepara mereka untuk mencoblos calon tertentu saat Pemilu nanti. Pasalnya, hal tersebut merupakan salah satu tindak pidana.

"Ketika di TPS besok tanggal 17 April 2019 pendamping jangan sampai mengarahkan untuk mencoblos calon A atau Calon B, biarkan mereka memilih sendiri," imbaunya.

Sementara, Komisioner KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfa menjelaskan, KPU memyediakan pendamping bagi para penyandang disabilitas di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu, pihaknya juga memberikan huruf braile bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan

"Kami berikan tempat TPS khusus yang mudah bagi penyandang disabilitas, kita juga memberikan Braille Huruf untuk memudahkan membaca nama calon peserta pimilu 2019 agar dapat memilih sesuai hati nurani kawan-kawan Disabilitas," katanya.

Acara Sosialisasi Partisipatif yang dimeriah oleh Sahabat Mata Semarang dan Komunitas Sahabat Disabelitas (KSD) Campursari Semarang ditutup dengan deklarasi anti money politics dan menyanyikan lagu Disabel Untuk Indonesia. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved