Sejarah Kelam 'Perang Candu' Jangan Sampai Terjadi di Negeriku

Saat ini negara kita sedang 'dibombardir' dengan maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Sejarah Kelam 'Perang Candu' Jangan Sampai Terjadi di Negeriku
IST
Stop Narkoba 

TRIBUNJATENG.COM - Mungkin banyak diantara kita yang sudah familiar dengan kata perang candu. Betul sekali, ini adalah sebutan untuk peperangan yang terjadi di abad ke-18 yaitu perang antara Cina dibawah kepemimpinan dinasti Qing dengan Britania Raya atau Inggris.

Penyelundupan Narkotika jenis Opium yang dilakukan secara besar besaran oleh Inggris ke Cina, dan perlawanan dari pemerintah Cina untuk melindungi rakyatnya dari ancaman narkotika  akhirnya melahirkan peperangan diantara kedua negara.

Kondisi kecanduan narkotika yang semakin meluas menimpa rakyat Cina membuat munculnya gangguan sosial serta gangguan ekonomi yang sangat serius di negara tersebut, sehingga kondisi ini membuat Cina semakin terdesak dan akhirnya menyerah dan terpaksa menandatangai perjanjian Nanjing, yang salah satu poinnya adalah menyerahkan Hongkong menjadi daerah kekuasaan Inggris.

Berkaca pada sejarah tersebut, sudah selakyaknya kita mewaspadai kondisi yang sekarang terjadi di Negara kita.

Saat ini negara kita sedang 'dibombardir' dengan maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Begitu tingginya jumlah penyalahguna narkoba  di Indonesia menjadi warning untuk kita semua, jangan sampai  sejarah 'perang candu'  terjadi di negara tercinta , yang pada akhirnya dapat mengganggu keutuhan NKRI.

Dalam beberapa kesempatan Presiden Republik Indonesia menyatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba.

Tidak berlebihan kalau muncul statemen demikian, mengingat data dari penelitian yang menyebutkan, prevalensi penyalahguna narkoba adalah 1,77% atau 3.376.115 jiwa dimana 59% diantaranya adalah penduduk usia produktif atau pekerja, 24% dari kalangan pelajar, dan 17% sisanya adalah populasi umum (data puslitdatin BNN RI).

Kondisi ini tentu akan sangat mengganggu Sumber Daya Manusia Indonesia, dimana kita akan mencapai puncak bonus demografi di tahun 2030 yang akan menjadi sumber kekuatan bangsa yang sangat luar biasa. Untuk itu tentunya tidak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan generasi yang sehat, berkarakter, dan tentunya bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

#StopNarkoba

(*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved