Ucapan Rumini sebelum Kebakaran Pasar Mandiraja Terbukti, Ia pun Terduduk Lemas di Pinggir Jalan

Hati Rumini sejatinya amat perih. Ia bahkan mengaku tak bisa tidur usai mengetahui dua kiosnya terbakar

Ucapan Rumini sebelum Kebakaran Pasar Mandiraja Terbukti, Ia pun Terduduk Lemas di Pinggir Jalan
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Pedagang memunguti barang dagangan yang tersisa dari insiden kebakaran di pasar Mandiraja Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Rumini, sesekali masih bergurau dengan warga yang menonton dampak kebakaran pasar Mandiraja, Banjarnegara.

Tak tampak raut sedih.

Justru tawa kecil yang kadang keluar dari mulutnya. Tetapi bukan berarti pedagang itu tak berduka. Ia hanya pandai merahasiakan rasa.

Hati Rumini sejatinya amat perih. Ia bahkan mengaku tak bisa tidur usai mengetahui dua kiosnya terbakar.

Saat informasi itu sampai padanya, Rumini bergegas ke pasar.

Ia tiba sebelum petugas datang, sekitar pukul 22.00 Wib.

Ia sempat berharap, kios maupun dagangannya selamat dari sambaran api.

Tetapi yang terjadi justru kebalikan. Dari luar, api dilihatnya sudah membesar. Apalagi sumber api berasal dari sekitar kiosnya. Mustahil ia nekat menerjang.

Tidak ada yang bisa dia perbuat, kecuali menenangkan diri menghadapi kenyataan.

"Kesini api sudah besar. Mungkin karena konselet listrik. Di kios saya gak pakai listrik, cuma ada kabel yang melintang,"katanya

Sisa kebakaran pasar Mandiraja Banjarnegara.
Sisa kebakaran pasar Mandiraja Banjarnegara. (Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki)
Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved