UNS Tegaskan Pengedar Sabu 2,2 Kilogram Bukan Pegawainya

Andre menyatakan Istiyawan bukan pegawai UNS melainkan bekerja pada perusahaan outsourcing penyedia jasa tenaga pengamanan.

UNS Tegaskan Pengedar Sabu 2,2 Kilogram Bukan Pegawainya
TRIBUN JATENG/RADLIS M
(Dari kiri) Istiyawan, SPY dan napi Lapas Klaten, Dian saat gelar perkara pengungkapan jaringan narkoba dari Lapas Klaten di kantor BNNP Jateng, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menangkap dua orang pria yang membawa narkotika jenis sabu seberat 2,2 kilogram.

Keduanya yakni Istiyawan (35) warga Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar dan SPY (41) warga Gunungkidul, Yogyakarta.

Keduanya dikendalikan oleh napi Lapas Klaten bernama Dwi Ardiansyah alias Dian.

Saat gelar perkara di kantor BNNP Jateng, Kamis (28/2/2019), tersangka Istiyawan mengaku bekerja sebagai security di Jurusan Mesin Fakultas MIPA Universitas Universitas Sebelas Maret atau yang biasa disebut UNS Solo.

Deputi Hunas UNS, Andre Rahmanto, membenarkan Istiyawan merupakan security yang bekerja di lingkup UNS Solo.

Namun Andre menyatakan Istiyawan bukan pegawai UNS melainkan bekerja pada perusahaan outsourcing penyedia jasa tenaga pengamanan.

"Memang benar dia bekerja di lingkup UNS, tapi bukan pegawai kami. Dia bekerja di perusahaan penyedia jasa keamanan yang terikat kontrak dengan kami," kata Andre kepada Tribunjateng.com.

Andre menegaskan, pihaknya tidak ada kaitannya sama sekali dengan tindakan Istiyawan yang menjadi pelaku peredaran narkotika jenis sabu.

"Tindakannya itu tidak ada kaitannya dengan kami. Yang bertanggung jawab adalah perusahaan penyedia jasa keamanan tempatnya bekerja," katanya.

Bahkan Andre mengaku perusahaan tempat Istiyawan bekerja juga telah memecat dan menggantikannya dengan orang baru di Fakultas MIPA UNS.

"Sudah diganti juga, per hari ini. Jadi statusnya (Istiyawan) sudah bukan security di UNS lagi," katanya.

Agar kejadian ini tak terulang lagi, Andre menegaskan pihaknya akan mengevaluasi kerja sama dengan perusahaan penyedia jasa keamanan.

Menurut Andre, besar kemungkinan akan ada penambahan syarat dalam kontrak kerja sama UNS dengan perusahaan penyedia jasa keamanan.

"Akan kami evaluasi, bisa jadi ada penambahan syarat syarat seperti tidak melakukan tindak pidana. Meski sebenarnya syarat dari perusahaan sudah ada," tandasnya. (tribunjateng/radlis m)

Penulis: muh radlis
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved