Pengelola Basecamp Gunung Slamet via Purbalingga Perketat Syarat Pendakian

Pendakian Gunung Slamet via Jalur Bambangan, Kutabawa, Purbalingga telah kembali dibuka, Sabtu (2/3) lalu

Pengelola Basecamp Gunung Slamet via Purbalingga Perketat Syarat Pendakian
Istimewa
Jalur pendakian Gunung Slamet Via Blambangan Purbalingga, Resmi dibuka besok, Sabtu (2/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Pendakian Gunung Slamet via Jalur Bambangan, Kutabawa, Purbalingga telah kembali dibuka, Sabtu (2/3) lalu.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Prayitno mengatakan, pihaknya sempat melakukan evaluasi sebelum jalur kembali dibuka untuk umum. Pengelola memutuskan memperketat prasyarat pendakian yang harus dipenuhi oleh pendaki.

Di antara peraturan itu, pendaki harus memegang surat keterangan sehat. Mendaki tak cukup bermodal niat. Pendaki harus memastikan kondisinya bugar agar perjalanannya tak terganggu.
Pendakian amat berisiko bagi masyarakat yang punya gangguan kesehatan serius.

Karena itu, untuk mencegah hal tak dinginkan selama pendakian, pengelola mensyaratkan calon pendaki dalam kondisi prima. Calon pendaki yang tak membawa surat kesehatan bisa juga meminta ke fasilitas kesehatan terdekat, Puskesmas Kutabawa.

Selain itu, pendaki wajib mendandatangani pernyataan untuk tidak membuang sampah di jalur pendakian. Termasuk menjaga vegetasi atau ekosistem, serta tidak mengambil apa pun sepanjang perjalanan.

"Karena tahun kemarin ada yang kena musibah. Dia sakit tapi tetap naik,"katanya

Pengelola juga akan lebih memerhatikan kelengkapan pendaki. Setiap pendaki harus memastikan perlengkapannya sudah standar, serta kecukupan logistik pendakian.

Jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan Purbalingga sempat ditutup sejak 10 Januari. Selain karena cuaca buruk, penutupan ini dalam rangka perbaikan jalur, serta pemulian vegetasi.

Prayitno mengatakan, mempertimbangkan kondisi cuaca yang membaik, serta vegetasi yang sudah relatif pulih, pengelola memutuskan membuka jalur pendakian ini kembali pada Sabtu (2/3).

Pembukaan jalur ini juga sudah dikoordinasikan dengan pengelola basecamp pendakian lain di wilayah Pemalang dan Banyumas. Hingga ada kesepakatan untuk membuka kembali jalur pendakian menyusul kondisi cuaca membaik serta ekosistem yang relatif pulih. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved