Tanggapan Jusuf Kalla soal Penghapusan Istilah Kafir di Indonesia

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, memberi tanggapan terkait usulan penghapusan sebutan kafir oleh Nahdlatul Ulama (NU).

Tanggapan Jusuf Kalla soal Penghapusan Istilah Kafir di Indonesia
tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi menutup perhelatan Indonesia Asian Para Games 2018, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/10). Kalla menyebut para atlet yang memperoleh medali sebagai pemenang di arena kompetisi dan pemenang bagi kemanusiaan. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, memberi tanggapan terkait usulan penghapusan sebutan kafir oleh Nahdlatul Ulama (NU).

"Saya kira jarang orang berbicara kafir, tapi kalau di Alquran itu pasti ada," kata Kalla, Senin (4/3/2019), malam seusai memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Nasional Zakat 2019 di Balai Kota Surakarta.

"Tapi kita juga harus saling menghormati satu sama lain sehingga tidak perlu menyebut kafir kepada nonmuslim," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan penghapusan sebutan kafir ke nonmuslim.

Usulan tercetus dalam sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah Musyawarah Nasional Alim Ulama NU, yang digelar pada Rabu, 27 Februari 2019 hingga Jumat, 1 Maret 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat.

Sidang itu mengusulkan agar tidak menggunakan sebutan kafir untuk warga negara Indonesia yang tidak memeluk agama Islam.

Pandangan PBNU, penyebutan kafir dapat menyakiti hati para nonmuslim di Indonesia.

Namun meskipun begitu, bukan berarti NU akan menghapus seluruh kata kafir di Alquran atau hadis.

Keputusan tersebut hanya berlaku pada penyebutan kafir untuk warga Indonesia yang nonmuslim. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Tanggapan Jusuf Kalla soal Wacana Penghapusan Istilah 'Kafir'

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved