Nonton Bareng Dilan 1991, Hendi Sebut Kebijakan Jokowi Dongkrak Jumlah Pengunjung Bioskop

"Hari ini film-film di Indonesia hitungan penontonnya sudah tidak ratusan ribu lagi tetapi sudah jutaan,” tuturnya kepada Tribunjateng.com

Nonton Bareng Dilan 1991, Hendi Sebut Kebijakan Jokowi Dongkrak Jumlah Pengunjung Bioskop
Istimewa
Wali Kota Hendi nonton bareng Dilan 1991 di Cinema XXI, DP Mall, Semarang, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) menyatakan bahwa kenaikan jumlah penonton layar lebar di Indonesia saat ini dapat mendukung perkembangan ekonomi dalam negeri.

Hal itu dikatakannya usai nonton bareng film Dilan 1991 di Cinema XXI, DP Mall, Semarang, Selasa (5/3/2019) malam.

"Hari ini film-film di Indonesia hitungan penontonnya sudah tidak ratusan ribu lagi tetapi sudah jutaan,” tuturnya kepada Tribunjateng.com.

“Ini adalah tren positif perkembangan ekonomi Indonesia saat ini yang harus kita dorong," imbuhnya.

Atas tren positif dunia perfilman Indonesia itu, Hendi pun mengapresiasi adanya kebijakan revisi ketentuan Daftar Negatif Investasi (DNI) di Pemerintah era Presiden Jokowi yang mendongkrak jumlah penonton bioskop.

Menurutnya, melalui kebijakan tersebut, investasi asing akhirnya bisa masuk ke sektor film tanah air, yang kemudian mendorong ekspansi bisnis cinema/bioskop ke berbagai daerah.

"Di Kota Semarang sendiri pasca adanya revisi ketentuan investasi itu, dari yang semula hanya ada tiga bioskop sekarang sudah tambah dua kali lipat menjadi enam", jelas Hendi.

"Pertambahan jumlah bioskop ini kemudian mengkatrol penonton film-film di Indonesia, dan bahkan pada saat Dilan 1990 disebutkan oleh Sutradaranya kalau penonton terbanyak dari Kota Semarang," timpalnya.

Salah satu bioskopnya adalah  PT Nusantara Sejahtera Raya, pemilik XXI yang menjadi salah satu grup bioskop jejaring yang berkembang di Kota Lunpia tersebut.

Dari jumlah semula mengelola dua bioskop di Mall Ciputra dan Mall Paragon, kini XXI telah memiliki empat bioskop di Semarang melalui penambahan bioskop di DP Mall dan Transmart Banyumanik.

Sebagai informasi, XXI sendiri merupakan salah satu pengelola bioskop yang mendapatkan suntikan dana asing pasca adanya kebijakan revisi ketetuan Daftar Negatif Investasi (DNI) di Indonesia.

Adalah Perusahaan Singapura GIC yang menjadi pihak dibalik masifnya penambahan jaringan layar bioskop XXI di Indonesia.

Di sisi lain, terkait kegiatan nonton bareng Dilan 1991, Hendi menyebutkan bahwa itu adalah sebagai sebuah sikap mengapresiasi dan mendukung perfilman nasional.

“Terutama mendukung perfilman nasional dengan menonton karya- karya anak bangsa seperti Warkop DKI Reborn, Dilan 1990, atau Dilan 1991 yang kita tonton hari ini," pungkasnya. (tribunjateng/rez)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved