PGRI Jawa Tengah: Indonesia Masih Kekurangan 700 Ribu Guru

Program PPG dalam Jabatan bisa menambal kekurangan jumlah guru di Indonesia dimana Indonesia kekurangan 700 ribu guru.

PGRI Jawa Tengah: Indonesia Masih Kekurangan 700 Ribu Guru
ISTIMEWA
Sekretaris PGRI Jateng, Dr Muhdi memaparkan tentang kondisi guru di Indonesia ke peserta PPG dalam Jabatan di Kampus UPGRIS Semarang, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy baru-baru ini menekankan arti penting rekrutmen guru.

Pengangkatan guru menurutnya merupakan hal yang penting, guna menekan banyaknya angka guru honorer di Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkannya saat memberi pengarahan di Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Depok, Jawa Barat.

Hal tersebut pun kemudian didukung Sekretaris PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi.

Seperti diketahui, Menteri Muhadjir mengatakan, 2002 hingga 2005 terjadi guru pensiun secara besar-besaran, terutama di tingkat sekolah dasar (SD).

Tapi pemerintah saat itu justru melakukan moratorium pengangkatan guru yang menyebabkan guru honorer banyak hingga saat ini.

"Jangan sekali-sekali memoratorium guru. Sekali memoratorium, akan terjadi kemacetan seperti sekarang," papar Menteri Muhadjir.

Muhdi pun sependapat terhadap pernyataan itu.

"Indonesia kekurangan 700 ribu guru. Setiap tahun ada 50 ribu guru pensiun. Di Jateng, rata-rata 2 ribu guru pensiun. Dan kekurangan akan meningkat di 2023 mendatang," paparnya, Rabu (6/3/2019).

Menurutnya, kekurangan guru ini tak bisa digantikan oleh guru honorer karena tak bisa diangkat.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved