Takmir, Pendeta, Pemuka Agama di Solo, Larang Tempat Ibadah untuk Kampanye Politik

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa spanduk yang melarang tempat ibadah dijadikan ajang politik terpasang

Takmir, Pendeta, Pemuka Agama di Solo, Larang Tempat Ibadah untuk Kampanye Politik
Net
ilustrasi kampanye 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO- Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa spanduk yang melarang tempat ibadah dijadikan ajang politik terpasang di berbagai tempat lokasi di Solo. Tidak hanya di masjid, namun juga terpasang di gereja, pure dan lainnya.

Menyikapi hal itu, sejumlah takmir masjid, pendeta hingga pemuka agama lainnya di Kota Solo setuju dengan adanya pemasangan spanduk berisikan larangan tempat ibadah dijadikan sebagai tempat kampanye terselubung.

Masuknya dakwah yang disertai kepentingan politik dapat merusak kesucian tempat ibadah.

"Masjid adalah tempat ibadah. Semua elemen masyarakat bisa beribadah di masjid dengan tenang tanpa dibumbui adanya kampanye terselubung," tegas takmir Masjid Nurul Huda Sudiroprajan, Jebres Solo, Ahmad Saheri, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Kamis (7/3/2019).

Takmir masjid itu menambahkan sangat tidak pantas kalau menjadikan masjid sebagai tempat kampanye. Dia pun mengajak pada semua takmir masjid di Solo untuk bisa bersama sama menjaga kesucian tempat ibadah.

"Kami terbuka pada siapa saja yang datang ke masjid untuk menjalankan ibadah. Larangan keras kalau masjid buat kampanye pileg atau pilpres," ujarnya.

Pernyataan senada dikemukakan takmir Masjid Abi Al Maghfur Kerten, Rahmad Hartanto.

Menurutnya, Masjid Abi Al Maghfur melarang kegiatan dalam bentuk apapun yang berbau politik praktis. Masjid adalah tempat menjalankan ibadah bukan tempat kampanye.

"Kami berkomitmen menjaga kesucian masjid. Jangan sampai menodai tempat ibadah untuk tujuan politik praktis," kata Rahmad.

Di Solo, sejumlah tempat ibadah yang dipasangi spanduk berisikan larangan kampanye diantaranya di Masjid Al-Falah Serengan, Masjid Fatah Mojosongo, Klenteng Poo An Kiong Coyudan, di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Baki, Sukoharjo serta tempat ibadah lainnya.

Halaman
12
Penulis: muh radlis
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved