Bawaslu Solo Apresiasi Inisiatif Pengurus Tempat Ibadah di Solo

Masuknya dakwah yang disertai kepentingan politik dapat merusak kesucian tempat ibadah

Bawaslu Solo Apresiasi Inisiatif Pengurus Tempat Ibadah di Solo
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Masjid Agung Keraton Solo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah takmir masjid, pendeta hingga pemuka agama lainnya di Kota Solo setuju dengan adanya pemasangan spanduk berisikan larangan tempat ibadah dijadikan sebagai tempat kampanye terselubung.

Masuknya dakwah yang disertai kepentingan politik dapat merusak kesucian tempat ibadah.

Menyikapi hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo mengapresiasi pengurus tempat ibadah di Kota Solo yang berinisiatif memasang spanduk larangan tempat ibadah untuk kampanye.

Komisioner Bawaslu Solo Divisi Sengketa, Arif Nuryanto mengatakan, larangan kampanye di tempat ibadah sesuai yang tercantum dalam Pasal 280 ayat (1) huruf H UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Kita semua tahu aturan larangan tempat ibadah untuk kampanye sudah diatur di UU Pemilu. Tidak ada alasan lagi melakukan kampanye di ditempat ibadah," ujar Arif dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Jumat (8/3/2019).

Arif menyebut, siapa saja yang melakukan kampanye di tempat ibadah akan dikenai sanksi pidana dua tahun penjara dan denda paling banyak senilai Rp24 juta.

Terkait pemasangan spanduk larangan kampanye di tempat ibadah, Arif mengaku pihaknya mengapresiasi inisiatif para pemuka agama dan pengurus tempat ibadah di Kota Solo.

"Pemasangan spanduk ini sangat baik, meskipun itu bukan produk buatan Bawaslu Solo. Kami sangat apresiasi pengurus tempat ibadah dalam memasang spanduk tersebut," katanya.

Arif mengajak masyarakat di Solo untuk ikut melakukan pengawasan tempat ibadah.

Apabila menemukan adanya tempat ibadah untuk kampanye segera laporkan ke Pawascam atau Bawaslu.

"Warga diharap melaporkan pelanggaran kampanye di tempat ibadah, sertakan foto atau video. Kami siap menimdaklanjuti laporan pelanggaran dalam bentuk apapun," katanya. (*)

Penulis: muh radlis
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved