Hari Perempuan Internasional 2019, FPR Banyumas Gelar Aksi Tuntut Hentikan Diskriminasi

Front Perjuangan Rakyat (FPR) Banyumas menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Perempuan International (HPI)

Hari Perempuan Internasional 2019, FPR Banyumas Gelar Aksi Tuntut Hentikan Diskriminasi
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Front Perjuangan Rakyat (FPR) Banyumas Gelar Aksi dalam Rangka Hari Perempuan Internasional 2019, di depan alun-alun Purwokerto, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Front Perjuangan Rakyat (FPR) Banyumas menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Perempuan International (HPI) yang jatuh pada hari ini, Jumat (8/3/2019).

Aksi dilaksanakan di depan alun-alun Purwokerto dengan mengerahkan masa sekira 50 orang.

Forum Perjuangan Rakyat (FPR) Banyumas menganggap secara politik kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi. Realitanya masih ditemui berbagai kasus kekerasan dan diskriminasi menimpa kaum perempuan.

Sebagai contoh kasus yang menimpa Anindya Shabrina (Anggota FMN Surabaya) yang mendapat pelecehan seksual dari aparat keamanan. Selain itu ada pula kasus yang menimpa Guru bernama Baiq Nuril asal NTB, dan Agni Mahasiswa UGM.  

Belum lagi perjuangan berat perempuan yang berasal dari kelasls buruh, kaum tani dan rakyat  tertindas lainnya. Mereka dihimpit oleh kemiskinan yang semakin akut.

"Kita lihat saja dalam aspek upah di sektor Industri, buruh laki–laki mendapatkan upah rata-rata Rp 2.900.000. Sementara perempuan hanya mendapat Rp 2.200.000yang artinya kesenjangan upah mencapai  32%," ungkap Andes Henry selaku koordinator aksi kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/3/2019).

"Sektor buruh tani pada pertanian skala besar upah buruh tani laki-laki sebesar Rp 1.930.000. Sementara buruh tani perempuan hanya Rp 1.140.000," tambahnya.

FPR Banyumas juga menyoroti masalah kesempatan kerja. Menurut mereka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) bagi laki-laki berjumlah 83,05 persen. Jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perempuan yang hanya 50,89 persen.

Berdasarkan latarbelakang tersebut maka Front Perjuangan Rakyat (FPR) Banyumas memiliki 10 tuntutan utama, antara lain:

1.  Hentikan seluruh bentuk diskriminasi dan tindasan terhadap kaum perempuan di berbagai sektor.

Halaman
12
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved