Logistik Dirusak Demonstran, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Begini Suasana Simulasi Pemilu di Batang

Hingga akhirnya kericuhan pun terjadi, masa semakin beringas berusaha menembus barikade

Logistik Dirusak Demonstran, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Begini Suasana Simulasi Pemilu di Batang
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Suasana simulasi pengamanan Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) di Halaman Mapolres Batang, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Sekelompok massa, yang tidak terima dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tiba-tiba mendatangi kantor KPU Batang untuk menggelar aksi demo.

Massa yang kecewa itu datang dengan membawa beberapa logistik Pemilu di salah satu TPS setempat, dengan membakar kotak suara yang terbuat dari kardus itu.

Suasana massa yang semakin panas aparat kepolisian dibantu personel TNI membuat barikade untuk menghalangi massa aksi masuk ke kantor KPU Kabupaten Batang.

Hingga akhirnya kericuhan pun terjadi, masa semakin beringas berusaha menembus barikade.

Melihat situasi yang sudah tidak kondusif, aparat yang berjaga mengambil tindakan tegas, dengan menembakan gas air mata.

Barikade pun bergerak untuk memecah massa aksi, akhirnya pendemo pun lari kocar-kacir.

Itulah situasi penggambaran simulasi pengamanan Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) di Halaman Mapolres Batang, Jumat (8/3/2019).

Simulasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggota, dalam hal pengamanan.

Adapun saat simulasi, disaksikan langsung oleh Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, Ketua KPU Batang, Nur Tofan, Ketua Bawaslu Soeharto, dan jajaran stakeholders.

´┐╝Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kabag Ops Kompol Hartono mengatakan, dalam simulasi tersebut melibatkan ratusan personel, dari semua jajaran, baik dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Damkar.

"Pada simulasi ini, hanya menggambarkan 30 persen dari kondisi yang sebenarnya. Makanya personil harus bisa menjadi juru runding tidak terpengaruh terhadap massa bahkan harus bisa mengendalikan massa," terang Kompol Hartono.

Dijelaskannya personil keamanan mengedepankan sikap preventif terhadap pengunjuk rasa.

"Simulasi kita lakukan untuk melihat kemampuan personel dalam menghadapi berbagai bentuk situasi di lapangan.

Agar tahu peran dan fungsinya masing-masing, Kita harap simulasi ini tidak terjadi sungguhan dalam pelaksanaan pemilu nantinya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak semua calon dan relawan untuk tetap bisa menjaga situasi di Kabupaten Batang agar tetap kondusif.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved