Kisah Bank Sampah Pemuda Desa Bulak Rejo Sragen: Sempat Tidak Digubris Warga Selama Dua Tahun

Sampah selalu identik dengan barang bekas yang tak ternilai, tidak bagi para pemuda Desa Bulak Rejo Kelurahan Tangkil Kecamatan Sragen Kota.

Kisah Bank Sampah Pemuda Desa Bulak Rejo Sragen: Sempat Tidak Digubris Warga Selama Dua Tahun
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pemuda Desa Bulak Rejo Kelurahan Tangkil Kecamatan Sragen Kota memilah barang-barang bekas yang diambil dari tiap rumah di desa tersebut, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sampah selalu identik dengan barang bekas yang tak ternilai, tidak bagi para pemuda Desa Bulak Rejo Kelurahan Tangkil Kecamatan Sragen Kota.

Justru dari sampah itu, bisa menjadikan pundi-pundi uang bagi mereka.

Penggerak Bank Sampah Desa Bulak Rejo Sekty Sejati (26) mengatakan, pengumpulan barang bekas di desanya sudah berjalan lima tahun.

"Kira-kira 2014 kami memulai bank sampah ini. Alhamdulillah sampai sekarang terus berjalan," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (10/3/2019).

Dia menyampaikan, idenya sempat tidak digubris selama dua tahun.

Setelah dilakukan rapat dengan beberapa tokoh desa, akhirnya ide bank sampah pun direalisasikan.

"Awalnya saya melakukan pengambilan barang bekas sendiri dan saya jual sendiri. Waktu temen-temen mengetahui hasilnya lumayan, akhirnya pada ikut," terangnya.

Pemuda di desa tersebut kemudian beramai-ramai berjalan kaki berkeliling desa untuk mengambil barang-barang bekas milik warga untuk ditimbang.

"Kami muter di dua RW, rumah ke rumah untuk mengambil (memunguti) barang bekas. Setelah ditimbang, warga bisa mengambil uangnya langsung, bisa juga ditabung," jelasnya.

Sekty menjelaskan, setelah seluruh desa diambil barang bekasnya dan ditimbang, barang bekas tersebut diangkut menggunakan mobil untuk dipilah-pilah kembali.

Halaman
12
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved