Ratusan Pemilih Pemula di Kabupaten Pati Ikuti Talkshow "Millennials Say No to Golput"

Tak kurang dari 162 pemuda dan pemudi memadati kursi-kursi dalam Ruang Pragola Sekretariat Daerah Pati, Minggu (10/3/2019).

Ratusan Pemilih Pemula di Kabupaten Pati Ikuti Talkshow
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Ratusan pemuda-pemudi menyimak pemaparan Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Pati Haryono dalamtalkshow bertajuk “Millennials Say No to Golput” di Ruang Pragola Setda Pati, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI –  Tak kurang dari 162 pemuda dan pemudi memadati kursi-kursi dalam Ruang Pragola Sekretariat Daerah Pati, Minggu (10/3/2019).

Penuh perhatian, pemuda-pemudi yang mayoritas masih duduk di kelas XII tersebut menyimak pemaparan dari seorang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati, Haryono.

Pemuda-pemudi tersebut merupakan peserta “Pati Talk”, acara talkshow yang mengangkat tema “Millennials Say No to Golput”. Acara tersebut diinisiasi oleh Pati Next Generation.

Pati Next Generation merupakan perkumpulan mahasiswa asal Pati di berbagai perguruan tinggi yang antara lain bertujuan untuk menginspirasi “adik-adik” mereka yang berada di Pati.

Ketua Panitia acara tesebut, Cyva Ardian Pradhika, menjelaskan bahwa talkshow hari itu digelar untuk mendidik pemilih pemula dan mencerdaskan mereka terhadap isu-isu pemilu.

“Kami memang secara khusus menggelar acara ini bagi generasi muda. Kebanyakan mereka masih duduk di bangku SMA, tapi ada pula yang berasal dari kampus-kampus di Pati. Tujuannya agar mereka, terutama para pemilih pemula, tidak golput. Sebab, jika diamati, banyak komentar-komentar para pemuda di media sosial yang mengisyaratkan bahwa mereka apatis terhadap isu pemilu,” ungkapnya.

Mahasiswa semester 8 di Universitas Sebelas Maret tersebut juga menjelaskan, pihaknya ingin memberi pemahaman kepada para pemilih pemula bahwa pemilu bukan hanya tentang siapa yang berkuasa.

“Melainkan juga bagaimana ke depannya, visi apa yang dibawa. Bukan melulu soal politik identitas,” tegasnya.

Dalam penyelenggaraan acara hari itu, Pati Next Generation menggandeng Forum Pemuda Pelajar (FPP) Insan Cendekia Pati dan KPU Kabupaten Pati.

“Kalau kami tidak menggandeng KPU, karena ini pembahasan politik, kami khawatir akan dianggap tidak netral,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved